Jumat, 25 April 2014 | 02:35 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Inilah Tujuh saham untuk Bekal Desember 2012
Headline
inilah.com
Oleh: Ahmad Munjin
pasarmodal - Selasa, 4 Desember 2012 | 07:30 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta – Dalam satu dekade terakhir, IHSG pada Desember rata-rata naik 6% dengan target keuntungan minimal 2-12%. Inilah tujuh saham untuk bekal Desember 2012.

Pada perdagangan Senin (3/12/2012) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ) ditutup menguat 26,303 poin (0,62%) ke posisi 4.302,444 dengan intraday tertinggi 4.303,559 dan terendah 4.262,765. Begitu juga dengan indeks saham unggulan LQ45 yang menguat 6,86 poin (0,94%) ke posisi 733,669.

David Cornelis, Head of Research KSK Financial Group mengatakan IHSG seperti ‘jin di dalam botol’ yakni masih berkomplasensi bermain di teritori aman (comfort zon)-nya selama hampir 2 bulan. “Indeks berada dalam kesemenjanaannya berparalisis sendirian di menara gading 4.300, tak menghiraukan gonjang-ganjing di bursa lain,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Senin (3/12/2012).

Menurutnya, indeks menunggu katalis yang kuat untuk mengeluarkan IHSG dari kotak Pandora 4.250-4.382. “Secara historis dalam 1 dekade terakhir, IHSG pada bulan Desember rata-rata naik 6%, dengan target minimal memberi keuntungan 2% dan maksimal 12%. Maka trajektori historikal IHSG akhir tahun (dengan skenario optimistis) di level 4.400—4.500,” ujarnya.

Dia menilai, kalau hanya mengejar target instan akhir tahun ke 4.400—4.500, bisa-bisa saja, dan dimungkinkan secara teknis dan historis. Sebab, IHSG saat ini tidak overvalued dengan Price to Earnings Ratio (PER) masih di sekitar 15 kali. Indeks juga tidak dalam euforia pasar (P/E tidak di atas 20 kali), namun sudah fairly valued.

Tapi, David menggarisbawahi, apalah arti gapaian angka cantik artifisial 4.500 tersebut jika hanya sebagai retorika kosmetik tutup tahun pasar modal temporer dibandingkan dengan substansi jejak rekam fundamental, transparansi dan program ekspansi yang dimiliki para emiten.

Adapun target kapitalisasi akhir tahun pasar di BEI menembus Rp4.200 triliun (naik 1.670% dalam 1 dekade).

Perekonomian dunia berada pada kondisi terbaik dalam 18 bulan terakhir. Sinter Klas tidak perlu tergesa-gesa berlari untuk menghiasi jendela (window dressing), karena jendela tidak terlalu buram untuk dilihat di buku tahunan.

Seandainya Sinter Klas berbaik hati, bisa membawa IHSG dengan kereta kudanya melakukan reli (Santa Claus rally) ke level 4.400—4.500 dengan bel yang berbunyi semakin keras dan memberi sinyal waspada terhadap ketinggian tertiup angin semu bulan Desember (bubble trap karena banjir moneter). “Dengan begitu, jurang untuk terkoreksi lebih besar di Januari akan terjadi secara teknis ke 4.075,” tuturnya.

IHSG menutup bulan November dengan penurunan yang relatif signifikan dengan volume yang besar di atas rata-rata. Namun, titik terendahnya masih lebih tinggi dibandingkan Oktober.

IHSG secara harian memiliki potensi untuk test low-nya 4.215 dan ke level tahanan kuat di 4.153. Jika dilihat secara mingguan, baru muncul satu sinyal pelemahan, serta secara bulanan IHSG masih membuat higher-high dan higher-low, artinya tren naik bulanan masih intact.

IHSG masih anemik dalam fase koreksi terbatas jangka pendek di dalam pasar yang naik secara primer dalam jangka panjang, khususnya sejak akhir kuartal 1 tahun 2009.

Mengingat kata pepatah “canary in the coal mine“ (kenari di tambang batubara, --hati-hati terhadap bahaya yang akan datang--). Investor cerdik dapat melihat urutan berikut yang dapat menjadi isyarat dan patokan sedekat mana krisis domino berlangsung adalah dimulai dari Eropa, lalu ke Inggris, singgah di Jepang, dan penentuan di Cina (di komoditas, terutama emas) dan AS (ekonomi global secara umum).

Di atas semua itu, David menyarankan, agar investor tetap waspada menjelang Natal, buat daftar saham-sahamnya, cek dua kali, buang yang buruk dari portofolio, Sinter Klas datang ke kota mencari emiten yang berkelakuan baik saat melakukan reli di akhir tahun.

Dalam sepekan ke depan, IHSG memiliki support 4.215 dan resistance 4.333. Saham-saham pilihannya adalah PT Astra Agro Lestari (AALI), PT Bank Mandiri (BMRI), PT Vale Indonesia (INCO), PT Indocement Tunggal Prakarsa (INTP), PT Mitra Adiperkasa (MAPI), PT Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA), PT Telekomunikasi Indonesia (TLKM). “Saya rekomendasikan buy on dips saham-saham tersebut,” imbuh David.

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER
Keputusan bertransaksi mengacu pada rekomendasi saham di INILAH.COM sepenuhnya merupakan tanggung jawab pembaca. Sementara analis maupun perusahaan pialang yang membuat rekomendasi saham juga tidak ikut bertanggung jawab.