Rabu, 30 Juli 2014 | 16:53 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Inilah Skenario Jurang Fiskal AS Akhir 2012
Headline
IST
Oleh: Ahmad Munjin
pasarmodal - Selasa, 4 Desember 2012 | 08:15 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta – Dalam negosiasi jurang fikskal AS, Obama mempunyai lawan berat politik saat ini yakni seorang ego-megalomaniak. Inilah skenario dan implikasi ekonominya secara global.

David Cornelis, Head of Research KSK Financial Group mengatakan, awal Desember 2012 merupakan penentuan awal dari sebuah akhir. “Hitung mundur 19 hari lagi, tenggat waktu kongres AS terhadap tebing fiskal pada 22 Desember 2012,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Senin (3/12/2012).

Namun, kata dia, Presiden AS Barrack Obama mempunyai lawan berat politik saat ini yaitu seorang ego-megalomaniak Grover Glenn Norquist. “Norquist sejak era Reagan menentang kenaikan pajak bersama 96% Republiken,” ujarnya.

Obama ingin kenaikan pajak bagi warga berpendapatan di atas US$250.000 per tahun dengan pajak di atas 30% seperti sebelum dekade 1990-an. Saat ini rata-rata hanya 24% per tahun dan sebesar 39,6% khusus bagi warga terkaya atau 2% penduduk AS.

Jika proposal ini diterima Kongres, akan menambah penerimaan negara sebesar US$1,2 triliun selama 1 dekade. “Adapun kenaikan pajak warga terkaya relatif bersifat inelastis yaitu tidak banyak berdampak terhadap pola konsumsi, namun positif mengurangi utang negara yang sudah terlalu tinggi,” ungkap David.

AS, lanjut David, dapat terhindar dari tebing fiskal (fiscal cliff) dengan probabilitas 66%. Sebaliknya, jika kemungkinan 33% yang terjadi, AS akan masuk ke dalam fase resesi serta terdapat kecenderungan 30% terjadi penurunan pada peringkat kredit oleh Fitch Rating dan Moody's Investor Service, menyusul Standard & Poor’s Rating Service yang sudah terlebih dahulu membabat peringkat AAA AS tahun lalu.

Saat ini, lanjutnya, defisit AS sekitar US$1,5 triliun per tahun, secara total sudah US$200 miliar per bulan. Utang AS naik sebesar US$10 triliun dolar AS dalam 1 dekade. “Bandingkan dengan utang global sebesar US$200 triliun,” ujarnya.

Total utang AS per Oktober 2012 adalah US$16,262 triliun. Angka ini merupakan akumulasi kebijakan sejak era Reagan yang menekan pajak tetapi tidak menjaring penerimaan negara. Sedangkan batas atap utang AS (debt ceiling) hanya sebesar US$16,394 triliun.

Persoalan atap utang AS dinilai David, lebih berbahaya dari tebing fiskal (fiscal cliff). Pasalnya, pemerintah tidak dapat berutang lagi sehingga membahayakan pertumbuhan ekonomi. “Namun, jika atap utang berhasil dinaikkan, ada potensi penurunan peringkat AS,” katanya.

Lebih jauh David menjelaskan, sebelum resesi 2009, setiap kenaikan utang akan menghasilkan Produk Domestik Bruto (PDB) yang lebih besar, namun sekarang kebalikannya. Dalam spektrum 1 abad, total pertumbuhan PDB AS di abad 20 senilai US$9,93 triliun dengan utang US$5,5 triliun, sedangkan total pertumbuhan PDB AS di abad 21 senilai US$5,3 triliun dengan utang US$10,7 triliun.

Adapun pada kuartal I-2012, PDB naik sebesar US$142 miliar dan utang naik US$359 miliar, yang artinya sebesar US$2,5 utang untuk menghasilkan US$1 pada PDB.

Sementara itu, The Fed akan mulai membeli surat utang AS setelah program Operation Twist senilai US$45 miliar dolar AS berakhir di akhir tahun ini. The Fed juga akan terus membeli mortgage-backed securities (MBS) senilai US$40 miliar dolar AS hingga 2014 sebagai pengejawantahan program Quantitative Easing (QE) putaran tiga, ditambah US$145 miliar defisit anggaran bulanan.

Yang menarik, kata David, index volatilitas (VIX) terlihat tidak merespons sama sekali dengan fluktuasi yang tinggi. VIX justru surut saat ini dan malah adem ayem kekurangan gairah di bawah level 20, bandingkan saat krisis 2009 yang mendekati level 70.

Kombinasi omzet belanja langsung dan secara daring (online) selama 4 hari libur (Pengucapan Syukur, Jumat Hitam, Parada Sinter Klas dan Senin Siber) mencapai US$59,1 miliar (naik 12,1%), dengan jumlah konsumen yang naik 6,4% (139 juta orang).

Belanja Jumat Hitam (Black Friday) mencetak rekor sejarah, melewati nilai US$1 miliar dalam 1 hari. Dampaknya sangat besar artinya pada perekonomian AS. Sebab, sektor konsumsi mencapai 70% PDB AS, di saat tingkat pengangguran mulai menurun, walaupun masih berkisar 8%.

Yang menarik dan banyak orang belum mengetahui adalah, AS sebenarnya dalam 1 dekade terakhir sudah mengalami resesi. Menurutnya, hanya 1 dari 10 tahun yang tidak resesi, yaitu tahun 2009.

Jika kita menghitung relativitasnya dengan dunia, lanjut dia, kue ekonomi AS sudah turun 10% dalam 1 dekade (32% di tahun 2001 dan hanya tinggal 22% di tahun lalu), sehingga AS saat ini ekonominya 32% lebih kecil dibandingan awal milenium lalu.

Penurunan porsi kekuatan ekonomi terbesar saat ini adalah negara yang masuk kategori JUUMG: Jepang (-35%), disusul AS (-32%), UK (-24%), Meksiko (-15%) dan Jerman (-13%).

Sedangkan negara yang sedang naik daun merebut kue perekonomian dunia saat ini adalah RuCBIT berikut pertumbuhannya selama 1 dekade terakhir: Rusia (+178%), Cina (+154%), Brazil (+105%), Indonesia (+142%) dan Turki (+81%).

David menegaskan, perekonomian Indonesia sangat baik dengan PDB 6,3% dan target inflasi di bawah 5%, hanya kalah dari China dengan 7,5%. “Namun, rupiah tertekan kondisi neraca perdagangan sehingga perlu depresiasi agar dapat memperkuat ekspor,” ujarnya.

Adapun bila dibandingkan dengan mata uang di Asia, depresiasi rupiah adalah yang terbesar saat ini. “Dalam jangka pendek-menengah rupiah masih flat sejak akhir kuartal 3 lalu, di zona sempit dalam kisaran 9.581-9.664, dan saat ini berada pada rata-rata kuartalan di 9.613 per dolar AS,” papar David.

Sementara itu, krisis utang sudah berlangsung 3 tahun di zona euro, dengan 4 negara Klub Mediterania (Yunani, Irlandia, Portugal, Spanyol) menerima bantuan, dan total sudah 6 dana talangan selama 6 semester.

Yunani sebagai sumber krisis utang zona euro pada 2009, sepanjang 5 tahun terakhir perekonomiannya berkontraksi hampir 25% dan saat ini tingkat pengangguran euro mencapai rekor tertinggi 11,6%. Utang Yunani mencapai 190% PDB atau lebih dari 3 kali batas maksimum utang aman, yaitu 60% dan defisit fiskalnya mencapai 7% PDB atau lebih dari 2 kali dari batas aman yakni 3%.

Setelah 3 kali pertemuan para pera petinggi Uni Eropa (eurokrat), Troika akhirnya untuk ketiga kalinya menyetujui dana talangan yang sangat vital sebesar 43,7 miliar euro sebagai bagian dari total 240 miliar euro ke Yunani dan menyepakati memangkas utang 40 miliar euro.

Yunani akan dapat kado Natal lebih cepat pada Kamis, 13 Desember 2012 dari Troika, 23,8 miliar euro untuk rekapitalisasi perbankan dan 10,6 miliar euro untuk anggaran negara. “Kebijakan ini harus didukung oleh Bank Sentral Eropa yang aktif masuk ke pasar membeli obligasi negara-negara zona euro, dan nilai tukar euro sudah mendiskon lebih dahulu dengan mencapai rekor tertinggi dalam 3 pekan terakhir,” imbuhnya.

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER
Keputusan bertransaksi mengacu pada rekomendasi saham di INILAH.COM sepenuhnya merupakan tanggung jawab pembaca. Sementara analis maupun perusahaan pialang yang membuat rekomendasi saham juga tidak ikut bertanggung jawab.