Selasa, 21 Oktober 2014 | 12:20 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Inilah Prospek Sektor Saham Properti pada 2013
Headline
ist
Oleh: Agustina Melani
pasarmodal - Minggu, 2 Desember 2012 | 14:39 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta - Sektor saham properti diprediksikan mengalami pelemahan pada 2013. Hal itu didorong dari volume penjualan sektor saham properti tipis dan harga saham properti dinilai mahal.

CEO PT Remax Capital Lucky Bayu Purnomo mengatakan, bila dilihat secara teknikal sektor saham properti memang ada kecenderungan naik tetapi volume perdagangan saham untuk penjualan tipis. Menurutnya, pelaku pasar tidak lagi mengapresiasi saham-saham tersebut karena harga sahamnya sudah cukup tinggi.

"Keputusan menempatkan saham di sektor properti mulai berkurang, volume perdagangan sahamnya sangat tipis, jadi potensi koreksi cenderung bisa terjadi," kata Bayu, saat ditemui wartawan di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), akhir pekan ini.

Lebih lanjut ia mengatakan, potensi koreksi sektor saham properti sekitar 11% pada 2013. Bila melihat data BEI per 30 November 2012, indeks sektor saham properti mencatatkan kenaikan paling tinggi sepanjang 2012 sekitar 45,06% dari 52 saham properti di BEI dengan level 332,57, lalu disusul sektor saham perdagangan naik 26,56% sepanjang 2012 dari 102 saham perdagangan yang tercatat di BEI dengan indeks saham ke level 736,81, dan sektor saham infrastruktur sekitar 26,17% dari 42 saham yang tercatat di BEI ke level 332,57.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI) Pardomuan Sihombing menuturkan, kinerja rata-rata emiten itu sekitar 50%.

Menurutnya, sektor saham properti masih baik ke depan. Apalagi kalau emiten itu didukung dari land bank yang besar dan selama tingkat suku bunga masih rendah maka itu dapat menunjang sektor saham properti.

"Properti naik sekitar 30% year to date. Apakah bubble? kalau bubble bila tak diikuti fundamental namun kinerja rata-rata emiten properti itu sekitar 50% bahkan di atas 100%. Selama emiten itu mempunya land bank yang besar, dan properti di Indonesia punya land bank besar bahkan belum dipakai seperti BKSL, KIJA, dan ELTY. Jadi kalau dibilang bubble itu lihat lagi fundamentalnya," ujar Pardomuan.

Sedangkan peluang sektor saham perdagangan pada 2013, Lucky mengatakan, sektor saham perdagangan masih cukup baik pada 2013. Ia melihat sektor saham perdagangan berpotensi naik dan cenderung positif.

Selain itu, Lucky memprediksikan sektor saham infrastruktur masih cenderung naik pada tahun depan. "Secara prinsip sektor infrastruktur uptren, tetapi perlu adanya antisipasi karena volume penjualan sudah terjadi sejak pertengahan Oktober. Namun masih positif karena seller lebih banyak," kata Lucky.

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER
Keputusan bertransaksi mengacu pada rekomendasi saham di INILAH.COM sepenuhnya merupakan tanggung jawab pembaca. Sementara analis maupun perusahaan pialang yang membuat rekomendasi saham juga tidak ikut bertanggung jawab.