INILAH.COM, Jakarta – Laju IHSG Kamis (1/11/2012) diprediksi melemah tarbatas. Pudarnya sentimen kinerja emiten dan pecahnya rekor baru sebelumnya jadi pemicu. Cermati sepuluh saham! Apa saja?
Pada perdagangan Rabu (31/10/2012) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG
) ditutup melemah 14,31 poin (0,33%) ke posisi 4.350,291 dengan intraday tertinggi 4.324,384 dan terendah 4.363,131. Begitu juga dengan indeks saham unggulan LQ45
yang turun 3,12 poin (0,41%) ke posisi 751,121.
Reza Priyambada, Kepala Riset Trust Securities mengatakan, tampaknya sentimen rilis laporan keuangan para emiten mulai pudar dan IHSG pun gagal mempertahankan posisinya di zona positif. “Kondisi ini juga dipicu oleh penembusan level terbaru IHSG pada perdagangan sebelumnya sehingga secara historikal pun memang berpeluang melemah,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Rabu (31/10/2012).
Kondisi itu, berbeda dengan kondisi pasar saham Asia yang justru menguat karena kenaikan data-data ekonomi di Korea Selatan. “Pembukaan bursa saham Eropa yang positif seiring masih adanya rilis kinerja emiten di atas estimasi sehingga mampu sedikit menahan pelemahan IHSG,” ujarnya.
Bursa saham Asia bergerak positif menanggapi positifnya indeks harga perumahan di AS dan rilis industrial production bulanan serta tahunan Korea Selatan yang lebih tinggi dari periode sebelumnya meskipun masih di bawah estimasi.
Selain itu, lanjutnya, beberapa emiten juga memberikan rilis kinerja yang baik seperti Canon Inc., Fuji Heavy Industries Ltd., China Railway Group Ltd., dan Industrial & Commersial Bank of China Ltd. Sentimen positif juga datang dari pernyataan Bank of Japan (BoJ) yang menegaskan pembelian aset senilai 11 triliun yen dan akan menawarkan unlimited low-interest rate loans kepada para peminjam.
Di atas semua itu, Reza memperkirakan, pada perdagangan Kamis (1/11/2012) IHSG akan berada pada support 4.328-4.335 dan resistance 4.362-4.375. “IHSG berpola hammer dan berada di antara upper dan middle bollinger bands,” ujarnya.
Moving Average Convergence-Divergence (MACD) bergerak mendatar dengan histogram positif yang sedikit mendatar. The Relative Strength Index (RSI), William's %R, dan Stochastic gagal melanjutkan reversal naik pada area overbought.
Menurutnya, IHSG kembali melanjutkan pergerakan konsolidasinya pasca rilis laporan keuangan emiten. Dengan posisi hammer yang lebih rendah dari sebelumnya memberi gambaran masih adanya potensi pelemahan. “Namun, diharapkan masih terbatas yang diimbangi dengan kondisi pasar global yang membaik setelah dampak buruk badai Sandy mereda,” paparnya.
Diharapkan juga, data inflasi bisa dirilis sesuai ekspektasi sehingga tidak menambah tekanan pada IHSG. “Kami perkirakan inflasi Oktober 2012 merada di level -0,04% hingga 0,09% (mont on month) dengan pertimbangan atau asumsi tidak adanya lonjakan signifikan harga bahan pangan, listrik, dan BBM,” tuturnya.
Reza menyarankan pemodal untuk mencermati 10 antara lain, PT Perusahaan Gas Negara (PGAS), PT Indocement Tunggal Prakarsa (INTP), PT Indo Tambang Raya Megah (ITMG), PT Bumi Serpong Damai (BSDE), PT Erajaya Swasembada (ERAA), PT Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA), PT Surya Semesta Internusa (SSIA), PT Lippo Karawaci (LPKR), PT Astra International (ASII), dan PT Bukit Sentul (BKSL).
Hingga kemarin petang, bursa saham Eropa bergerak positif merespon rilis kinerja emiten-emiten penerbangan dan ekspektasi positif terhadap emiten asuransi pasca meredanya badai Sandy. Sementara bursa saham AS diperkirakan akan dibuka kembali dan pelaku pasar akan mencermati rilis laporan-laporan kinerja emiten & data-data ekonomi yang sempat tertunda sebelumnya.
Menurut Reza, jika bursa saham Eropa masih dapat bertahan di zona positif dan diasumsikan pasar saham AS juga akan bergerak positif pasca meredanya badai Sandy, diharapkan sentimen ini masih dapat berimbas positif pula pada pergerakan saham di pasar Asia besok. “Bursa saham Asia pun bisa bertahan di zona positif,” imbuhnya.