Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 21 September 2017 | 19:29 WIB

Jangan Panik, Itu Koreksi Sehat Saham CPO

Oleh : Jagad Ananda | Selasa, 25 September 2012 | 03:45 WIB
Jangan Panik, Itu Koreksi Sehat Saham CPO
inilah.com/Nury Sybli
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Koreksi yang terjadi pada perdagangan saham Senin (24/9), tidak sampai mengagetkan para pelaku pasar. Sebab, penurunan sebesar lebih dari 1% tersebut sudah diperkirakan sebelumnya.

Bukan hanya sektor pertambangan dan konsumsi yang membuat IHSG melemah, tapi juga sektor lainnya. Termasuk perkebunan. Contohnya saham-saham minyak sawit alias CPO. PT Astra Agro Lestari (AALI) misalnya melemah sebesar 1,5%, PT Tunas Baru Lampung (TBLA) 1,92%, PT Sampoerna Agro (SGRO) 2,65% dan PT London Sumatera (LSIP) 3%.

Cukup dalam, memang. Tapi itu belum membuat para pelaku pasar kehilangan pandangan positif terhadap saham-saham CPO. Mereka masih optimistis bahwa efek-efek itu masih akan menguat seiring meningkatnya permintaan minyak sawit dunia. "Saya sudah bilang, kegagalan panen kedelai akan mendorong naiknya permintaan. Jadi kami belum akan mengubah target untuk saham minyak sawit," kata satu analis asing.

Seperti dipaparkan dalam artikel terdahulu, sejumlah analis memproyeksikan harga AALI akan mencapai level resistance di level Rp25.000-an, TBLA bakal menguat ke Rp 620, SGRO menuju Rp4.200 dan LSIP berpotensi naik ke Rp3.300.

Optimisme seperti itu bukan tanpa alasan. Sebab, selain kegagalan panen kedelai (yang memicu kenaikkan harga), emiten CPO juga terus bergiat melakukan ekspansi kebun yang mereka miliki. Contohnya SGRO, yang kini mengelola lahan sawit seluas 110 ribu hektar. Tahun depan, perkebunan inti yang digarap akan bertambah seluas 51 ribu hektar lagi.

Tahun ini, produksi perseroan diprediksi akan mencapai 1,6 juta ton. Dan angka itu diprediksi para analis akan terus meningkat sebesar 13% per tahun, seiring berpoduksinya lahan-lahan dengan tanaman baru.

Makanya, tidak mengherankan jika sahamnya selalu mendapat perhatian khusus. Salah satu sekuritas memproyeksikan, setelah menyentuh Rp4.050, SGRO akan dengan mudah mencapai Rp4.200. "Itu proyeksi 12 bulan," katanya. Tertarik? [mdr]

 
x