Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 22 September 2017 | 15:28 WIB

Saham Sektor Konsumen Siap Topang IHSG di 2013

Oleh : Agustina Melani | Senin, 24 September 2012 | 22:31 WIB
Saham Sektor Konsumen Siap Topang IHSG di 2013
inilah.com
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Sektor saham konsumsi, infrastruktur dan aneka industri diperkirakan menopang pergerakan indeks saham pada 2013.

Kepala Riset PT BNI Securities, Norico Gaman menuturkan, pertumbuhan ekonomi global masih belum kondusif ke depan. Saat ini pertumbuhan ekonomi China melambat menjadi di bawah 8% dan India sebesar 5%.

Pertumbuhan ekonomi domestik pun masih ditopang konsumsi domestik. Oleh karena itu, sektor-sektor saham dinilai tidak semua bagus. Adapun sektor saham yang dapat diperhatikan oleh investor pada tahun depan di antaranya konsumsi, infrastruktur, dan aneka industri. Norico menilai, sektor saham berbasis sumber daya alam masih belum begitu baik.

"Jangan mengharapkan capital gain cukup besar dalam jangka pendek dan menengah untuk sektor komoditas seperti pertambangan dan perkebunan, namun dapat diakumulasikan tetapi trading terbatas," tutur Norico.

Selain itu, quantitative easing yang dilakukan The Fed juga berpengaruh terhadap sektor saham. Quantitative easing ketiga tersebut mendorong capital inflow ke negara emerging market. Tetapi sisi lain tidak memberikan sentimen positif untuk sektor saham sumber daya alam.

"Hati-hati dengan sektor sumber daya alam. Sentimen dari akses likuiditas. Stimulus digelontorkan uang beredar lebih banyak. Dollar akan naik dan akan beralih ke komoditas. Permintaan komoditas karena aksi spekulasi bukan karena permintaan," kata Norico. Dia memprediksikan, IHSG akan berada di level 4.500-4.800 pada tahun depan.

Sementara itu, Director Head of Indonesia Research for Citi Investment Research and Analysis Ferry Wong memperkirakan, indeks saham akan tembus 5.000 pada akhir 2013. Sektor saham berorientasi domestik akan berpengaruh terhadap pergerakan indeks saham tahun depan. "Sektor saham perbankan, konsumer, toll road company, properti, kenaikannya 18% secara indeks," kata Ferry.

Menurut Ferry, faktor eksternal masih mempengaruhi pergerakan bursa saham antara lain perekonomian Amerika Serikat dan Eropa masih melemah. Hal itu ditambah pertumbuhan ekonomi China dan India melemah. Selain itu, faktor domestik seperti rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) juga masih belum jelas.

Namun Ferry menilai, kenaikan harga BBM lebih baik dilakukan daripada pembatasan BBM subsidi. Untuk saham-saham menjadi pilihan pada tahun depan, Norico mengatakan, saham PT Wijaya Karya Tbk, PT Unilever Tbk, PT Jasa Marga Tbk, PT Bank Mandiri Tbk, PT Bank Negara Indonesia Tbk, PT Bank Central Asia Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk, dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk.

Sedangkan Ferry mengatakan, saham-saham dapat dilirik pelaku pasar seperti saham PT Surya Internusa Tbk, PT Bank Mandiri Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk, PT Bumi Serpong Damai Tbk, PT Jasa Marga Tbk, PT Indomobil Tunggal Perkasa Tbk, PT London Sumatra Tbk, dan PT Astra International Tbk. [mdr]

 
x