Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 22 September 2017 | 15:30 WIB

Pasar Kembali Cemaskan Spanyol dan Yunani

Oleh : Ahmad Munjin | Senin, 24 September 2012 | 18:55 WIB
Pasar Kembali Cemaskan Spanyol dan Yunani
inilah.com
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta IHSG dan rupiah kompak melemah. Pasar kembali mencemaskan potensi downgrade Spanyol dan molornya pencairan bailout Yunani.

Analis senior Monex Investindo Futures Zulfirman Basir mengatakan, pelemahan rupiah awal pekan ini masih dipicu oleh kekhawatiran pasar terhadap krisis utang Eropa terutama Spanyol dan Yunani. Pasar sedikit khawatir menghadapi kemungkinan downgrade Spanyol.

Sebab, menurut Firman, pekan ini mungkin lembaga pemeringkat Moody's Investor Service akan mengumumkan peringkat kredit barunya untuk Spanyol. "Karena itu, sepanjang perdagangan rupiah mencapai level terlemahnya 9.570 setelah mencapai level terkuatnya 9.540 dari posisi pembukaan di level 9.555 per dolar AS," katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Senin (24/9/2012).

Kurs rupiah $ terhadap dolar AS di pasar spot valas antar bank Jakarta,Senin (24/9/2012) ditutup melemah 15 poin (0,15%) ke angka 9.555/9.570 dari posisi akhir pekan lalu di 9.540/9.545.

Dia menegaskan, pasar melihat peluang besar di-downgrade-nya Spanyol setelah tiga bulan lalu Moody's mengumumkan akan memberikan review terhadap peringkat utang Sapanyol yang saat ini berada di level Baa3 yang ditetapkan pada Juni 2012. Sejak pertengahan Juni itu, Moody's sudah mengatakan, adanya kemungkinan downgrade Spanyol ke level 'junk' dalam tiga bulan. "Karena itu, downgrade itu akan jatuh bulan ini," papar dia.

Pada saat yang sama, lanjutnya, Yunani menjadi headline setelah beredar berita bahwa keputusan akhir mengenai pencairan dana bailout negeri Para Dewa itu, mungkin akan molor hingga melewati November 2012 saat pemilu AS dilangsungkan. "Sebab, Yunani tidak memenuhi program penghematan yang disyaratkan oleh Troika," ujarnya.

Firman menegaskan, Yunani belum memberikan program penghematan yang memuaskan. "Padahal, pada Oktober bailout seharusnya cair. Sebab, jika melewati bulan depan, Yunani tidak memiliki dana lagi untuk kelangsungan negaranya," ungkapnya.

Kondisi itu, lanjutnya, diperparah oleh negatifnya data ekonomi yang dirilis di Jerman. Outlook Indeks Sentimen Bisnis untuk September Jerman dirilis turun jadi 101,4 dari prediksi 102,5 dari bulan sebelumnya 102,3.

Padahal, awal September ini, kata dia, European Central Bank (ECB) telah mengumumkan program pembelian obligasi tanpa batas dan Mahkamah Konstitusi Jerman sudah memberikan persetujuan atas fasilitas bailout European Stability Mechanism (ESM). "Karena itu, penurunan outlook sentimen bisnis bulan ini tidak begitu menggembirakan bagi pasasr setelah muncul sentimen positif di awal bulan," tuturnya.

Alhasil, dolar AS menguat terhadap mayoritas mata uang utama termasuk terhadap euro (mata uang gabungan negara-negara Eropa). Indeks dolar AS menguat ke 79,66 dari sebelumnya 79,328. "Terhadap euro, dolar AS running ditransaksikan menguat ke US$1,2909 dari posisi sebelumnya US$1,2980 per euro," imbuh Firman.

Dari bursa saham, Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia Satrio Utomo mengatakan, ternyata tidak hanya saham PT Bumi Resources (BUMI.JK)yang menjadi sumber utama sentimendi Bursa Efek Indonesia (BEI). "PT United Tractor (UNTR.JK)dan PT Unilever Indonesia (UNVR.JK)juga ikut menggencet IHSG," katanya.

Pada perdagangan Senin (24/9/2012) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ^JKSE) ditutup melemah 43,707 poin (1,03%) ke posisi 4.200,914. Artinya, kata dia, indeks sudah menembus support 4.205. "Karena itu, kita tidak boleh lupa bahwa resiko jika suport ini gagal bertahan, berarti IHSG bakal ada potensi turun ke 4.170-4.185," ujarnya.

Alhasil, Satrio mengakui, setelah cut loss UNVR tadi pagi, posisi saham yang dipegangnya relatif kosong. "Dengan long term yang masih naik, saya memang cenderung beli. Tapi setidaknya saya mau memastikan IHSG bisa turun ke bawah 4.200 dulu. Baru mau belanja," papar dia.

 
x