INILAH.COM, Jakarta – IHSG akhir pekan ini dibuka menguat. Namun, pergerakan selanjutnya diperkirakan mendatar, karena minimnya momentu, di bursa saham global dan regional.
Pada perdagangan preopening Jumat (21/9/2012), IHSG berada di level 4.226,29, atau naik 8,77 poin (0,21%). Sedangkan indeks saham unggulan LQ45 naik 2,23 poin (0,31%) ke level 727,685.
Sedangkan pada pembukaan, IHSG berada di level 4.231,813, atau naik 14,30 poin (0,34%) dan indeks LQ45 naik 2,88 poin (0,4%) ke level 728,327.
Phillip Securities memprediksikan IHSG hari ini akan diperdagangkan cukup datar, seiring kurangnya momentum di bursa-bursa saham global maupun regional, setelah data-data ekonomi yang mengindikasikan kondisi beragam dari AS, China, dan Eropa. “Indeks kami perkirakan akan diperdagangkan dengan support di 4.190 dan resistance di 4.250,”katanya.
Indeks saham-saham blue-chip AS dini hari tadi berakhir menguat tipis, dengan sebagian besar saham-saham yang tercatat di New York Mercantile Exchange mengalami penurunan setelah data-data ekonomi dari AS, China, dan zona Euro tidak mampu merubah kekhawatiran pasar tentang ekonomi dunia yang melambat.
Indeks Dow Jones Industrial Average berakhir dengan naik 18.97 poin, atau 0.1%, di 13.596,93, dengan saham Kraft Foods Inc. (KFT) dan Microsoft Corp. (MSFT) memimpin kenaikan. Indeks S&P 500 terpangkas 0.79 poin, atau kurang dari 0.1%, menjadi 1,460.26, dengan sektor industry jatuh paling banyak di antara 10 kelompok industri S&P 500.
Sementara indeks Nasdaq Composite turun 6.66 poin, atau 0.2% menjadi 3,175.96. Data ketenagakerjaan AS yang dirilis kemarin menunjukkan klaim pengangguran turun menjadi 382,000. “Namun penurunan moderat tersebut tidak mampu mengangkat sentimen pasar yang turun akibat data-data ekonomi China dan Eropa yang mengindikasikan perlambatan pertumbuhan ekonomi,”ujarnya. [ast]