Sabtu, 25 Mei 2013 | 11:07 WIB
Follow Us: Facebook twitter
PGAS Siap Ngegas
Headline
inilah.com
Oleh: Jagad Ananda
pasarmodal - Jumat, 21 September 2012 | 08:00 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta - Sudah lebih dari sepekan harga Perusahaan Gas Negara (PGAS)berada di level 4.000-an. Rekomendasi beli pun semakin kencang.

Tarik ulur haga jual gas antara kalangan pengusaha dan pemerintah (sebagai pemilik PT Perusahaan Gas Negara), masih berlangsung ketat. Kendati pihak PGN sudah mengalah dengan memberlakukan harga baru pada awal 2013 secara bertahap. Namun hiruk-pikuk itu takmembuat sahamnya y angberkode PGAS menjadi oleng.

Bahkan sebaliknya, terus menunjukkan penguatan seiring sentimen poisitif yang bertiup di dalam dan luar negeri. Jika dihitung sejak awal September, harga saham ini telah menguat Rp 450 atau sekitar 12,16%.

Semangat investor untuk mengoleksi saham ini semakin membesar tatkala manajemen mengumumkan sejumlak aksi korporasi yang akan ditempuh. Salah satunya adalah rencana mengakuisisi dua blok migas di dalam dan luar negeri senilai Rp 5 triliun. Jika jadi, pengambil-alihan dua lapangan tersebut akan dibiayai oleh dana sendiri. Asal tahu saja, kas perseroan per Juli lalu masih cukup gemuk dengan likuiditas senilai Rp 11 triliun.

Tapi yang tak kalah menariknya adalah pernyataan manajemen tentang target laba yang diraih. Semula, untuk tahun ini, perseroan memasang target peningkatan laba sebesar 10% menjadi Rp 6,72 triliun. Namun setelah melihat kondisi perekonomian yang mendukung, angka itu dinaikan menjadi Rp 7,1 triliun.

Itu bukan prediksi asal bunyi. Bahkanbukanmustahil akan terlampui. Sebab pada semester pertama yang baru lalu, PGAS berhasil mencatatkan laba bersih US$ 423,27 juta tau sekitar Rp 4 triliun (dengan kurs Rp 9.500.

Makanya tidak aneh jika sahamnya tetap mendapatkan rekomendasi beli. Sejumlah analis memasang target untuk PGAS di level Rp 4.650 – Rp 4.700. Dibanding harga penutupan kemarin (Rp 4.150), berarti saham ini masihmemiliki potensi penguatan sebesar 12% - 13%.

Kecuali jika kondisi memburuk, investor disarankan untuk melepasnya di level Rp 4075.[ast]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
Keputusan bertransaksi mengacu pada rekomendasi saham di INILAH.COM sepenuhnya merupakan tanggung jawab pembaca. Sementara analis maupun perusahaan pialang yang membuat rekomendasi saham juga tidak ikut bertanggung jawab.