Senin, 22 September 2014 | 13:11 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Menanti-nanti IPO Bank DKI
Headline
ist
Oleh: Agustina Melani
pasarmodal - Kamis, 20 September 2012 | 11:04 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta – Sebagai Bank Pembangunan Daerah (BPD), terdaftarnya Bank DKI di lantai bursa menjadi hal yang dinantikan pasar. Apalagi mengingat modal yang cukup besar, dengan aset di atas Rp20 triliun.

“Penawaran saham perdana atau IPO disarankan bagi bank memiliki aset cukup besar di atas Rp20 triliun dan modal besar. Salah satunya Bank DKI," tutur Pengajar dari Universitas Ma Chung, Malang, Jawa Timur Moch.Doddy, saat dihubungi INILAH.COM.

Menurutnya, penawaran saham perdana BPD dapat meningkatkan transparansi atau GCG. Selain karena sahamnya sebagian dipegang oleh publik, manajemen lembaga keuangan juga akan lebih profesional."Bila ada rumor dan tekanan maka itu dapat terlihat di pergerakan harga sahamnya," ujarnya.

Langkah BPD melepas saham ke publik lewat penawaran saham perdana juga dinilai positif karena dapat meraih dana segar dari pasar modal. “Dengan dana segar tersebut dapat dilakukan ekspansi usaha perusahaan termasuk BPD,”katanya.

Selain itu, BPD termasuk milik pemerintah daerah, sehingga investasi di aset ini cukup aman. Hal itu juga menjadi sentimen positif untuk nasabah dan pelaku pasar di pasar modal."Bila terjadi sesuatu dengan BPD maka tidak dibiarkan bangkrut," kata Doddy.

Bagaimanapun, langkah penawaran saham perdana tidak semua cocok dilakukan oleh BPD. Hal itu dikarenakan harus ada skala tertentu untuk melakukan penawaran saham perdana agar menarik investor."Ada 30 BPD tetapi tidak semua cocok untuk IPO karena ada skala tertentu,”ujarnya.

Seperti diketahui, Bank DKI berencana melepas saham ke publik pada awal 2013. Pihaknya masih menunggu persetujuan DPRD DKI untuk melakukan penawaran saham perdana. Langkah penawaran saham perdana itu dilakukan untuk ekspansi usaha Bank DKI.

Sementara pengamat pasar modal Reza Priyambada mengatakan, pergerakan saham BPD dinilai masih kalah bila dibandingkan dengan pergerakan saham-saham bank besar seperti BBRI, BMRI, dan BBCA.

"Pergerakan saham-saham bank daerah biasa-biasa saja pergerakannya. Hal ini dikarenakan kemungkinan ada persepsi bank daerah hanya memiliki pangsa pasar di daerah tersebut kalau ada di luar pun sedikit, sehingga pergerakan sahamnya biasa-biasa saja," ujar Reza.

Ia pun menilai langkah BPD melakukan penawaran saham perdana, cukup berani dengan mencari pendanaan untuk memperkuat permodalan dengan cara menawarkan saham ke publik. Selain itu, BPD masih mencatatkan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih meski di tengah persaingan dengan bank besar.

Menurut Reza, bila Bank DKI Jakarta melakukan penawaran saham perdana, kapitalisasi pasar sahamnya dapat lebih besar dari PT Bank Jabar Banten Tbk dan Bank Jawa Timur Tbk. “Dengan kapitalisasi pasar saham besar diharapkan pergerakan sahamnya bisa jauh lebih aktif dan tidak stagnan,”katanya.

Direktur Utama PT Bahana Securities Andi Sidharta mengatakan, salah satu kelebihan BPD merupakan regional champion dan memiliki posisi baik di provinsi masing-masing. Selain itu, saham perbankan cukup diminati oleh pelaku pasar modal sehingga penawaran saham perdana BPD juga cukup diminati oleh pelaku pasar modal.

Hingga Juni 2012, Bank DKI Jakarta mencatatkan pendapatan bunga bersih naik menjadi Rp530,78 miliar dari periode sama sebelumnya Rp436,98 miliar. Laba tahun berjalan perseroan naik menjadi Rp252,13 miliar pada semester pertama 2012 dari semester pertama 2011 senilai Rp210,08 miliar.

Aset perseroan mencapai Rp25,20 triliun pada 30 Juni 2012 dari 31 Desember 2011 senilai Rp19,50 triliun. Kas dan setara kas perseroan senilai Rp363,58 juta pada 30 Juni 2012 dari 31 Desember 2011 senilai Rp420,08 juta.

NPL Gross perseroan 2,66 pada 30 Juni 2012 dari 30 Juni 2011 sebesar 4,09. NPL net 2,34 pada Juni 2012 dari semester pertama 2011 3,85. NIM perseroan sebesar 5,17 pada 30 Juni 2012 dari 30 Juni 2011 sebesar 5,74. BOPO perseroan 76,10% pada 30 Juni 2012 dari 30 Juni 2011 sebesar76,04%. LDR mencapai 62,60 pada 30 Juni 2012 dari 30 Juni 2011 sebesar 65,35. [ast]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER
Keputusan bertransaksi mengacu pada rekomendasi saham di INILAH.COM sepenuhnya merupakan tanggung jawab pembaca. Sementara analis maupun perusahaan pialang yang membuat rekomendasi saham juga tidak ikut bertanggung jawab.