Minggu, 20 April 2014 | 12:45 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Spanyol Enggan Ajukan Bailout, Rupiah Tiarap
Headline
inilah.com/Agus Priatna
Oleh: Ahmad Munjin
pasarmodal - Rabu, 19 September 2012 | 17:15 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta - Kurs rupiah terhadap dolar AS di pasar spot valas antar bank Jakarta, Rabu (19/9/2012) ditutup melemah 35 poin (0,36%) ke angka 9.530/9.545 dari posisi kemarin 9.495/9.505.

Analis senior Monex Investindo Futures Zulfirman Basir mengatakan, pelemahan rupiah hari ini dipicu oleh ketidakpastian Spanyol. Menurutnya, pasar kecewa dengan Spanyol yang terlihat menunda untuk mengajukan bantuan keuangan (bailout) kepada Uni Eropa. Padahal, pengajuan tersebut menjadi prasyarat untuk mengaktifkan intervensi obligasi bermasalah oleh European Central Bank (ECB) di pasar sekunder.

Akibatnya, kata Firman, dolar AS mengalami short covering pascakejatuhan tajam belakangan ini."Karena itu, sepanjang perdagangan, rupiah mencapai level terlemahnya 9.550 setelah mencapai level terkuatnya 9.520 per dolar AS yang sekaligus sebagai level pembukaan ,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Rabu (19/9/2012).

Di sisi lain, lanjut dia, walaupun sentimen cukup positif setelah Bank of Japan (BoJ) meluncurkan kebijakan moneter, pasar tetap masih mencemaskan potensi memburuknya hubungan dagang antara China dengan Jepang setelah memanasnya sengketa pulau dalam beberapa hari terakhir.

Padahal, Jepang menambah program pembelian asetnya sebanyak 10 triliun yen (US$127 miliar), dari 70 triliun menjadi 80 triliun. "Angka tersebut cukup agresif," timpal dia.

Sebab, lanjut Firman, jika dikonversi ke dolar AS, angkat tersebut mencapai US$127 miliar sehingga cukup untuk mengimbangi kucuran stimulus The Fed sebesar US$40 miliar. "Tapi, meski US$40 miliar, Fed sebenarnya lebih agresif karena program tersebut tak terbatas," imbuhnya.

Alhasil, dolar AS menguat terhadap mayoritas mata uang utama termasuk terhadap euro (mata uang gabungan negara-negara Eropa). Indeks dolar AS menguat ke 79,263 dari sebelumnya 79,249. "Terhadap euro, dolar AS ditransaksikan menguat ke US$1,3030 dari sebelumnya US$1,3046 per euro," imbuh Firman.

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER
Keputusan bertransaksi mengacu pada rekomendasi saham di INILAH.COM sepenuhnya merupakan tanggung jawab pembaca. Sementara analis maupun perusahaan pialang yang membuat rekomendasi saham juga tidak ikut bertanggung jawab.