INILAH.COM, Jakarta – Dow Jones memang dinilai belum bersinyal negatif. Tapi, pasar harus mencermati bursa Asia. Perhatikan juga support pertama pada saham batu bara dan semen.
Pada sesi pertama perdagangan Selasa (18/9/2012) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG
) ditutup melemah 18,208 poin (0,43%) ke angka 4.237,075. Begitu juga dengan indeks saham unggulan LQ45
yang melemah 3,41 poin (0,47%) ke angka 729,459.
Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia Satrio Utomo mengatakan, kegagalan para Menteri Keuangan dari negara-negara Eropa untuk mencapai kata sepakat dalam jadwal penyatuan pengaturan perbankan secara lebih luas, telah membuat Dow Jones Industrial Average (DJIA) terkoreksi 0,3% dan ditutup pada level 13.553,10. “Melihat posisi penutupannya, indeks DJI sebenarnya belum memberikan signal negatif,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Selasa (18/9/2012).
Namun demikian, kata dia, pasar harus melihat sentimen yang ada di bursa kawasan Asia untuk melihat apakah tren naik pada bursa regional masih bisa berlanjut.“Pada IHSG, pergerakan pada kisaran sempit yang terjadi kemarin, menjadikan suport pertama hari ini jauh lebih dekat dari kemarin,” papar dia.
Pada perdagangan Selasa (18/9/2012) ini, Satrio memperkirakan, indeks akan bergerak variatif pada kisaran 4.245-4.300.“Penutupan dibawah 4.245 akan mengakhiri tren naik jangka pendek,” tandas dia.
Sejauh ini,lanjutnya, pergerakan tren naik pada IHSG, hanya didukung oleh kenaikan saham komoditas, semen, dan PT Astra Internasional (ASII). PT Telkom (TLKM)dan PT Gudang Garam (GGRM)hingga kemarin malah suport testing sehingga membuat tren naik IHSG menjadi tertahan.
“Untuk berlanjutnya tren, perlu dukungan dari saham perbankan dan infrastruktur yang hingga hari ini, masih juga belum terlihat,” timpal dia.
Di atas semua itu, Satrio merekomendasikan pelaku pasar untuk memperhatikan supportpertama dari saham-saham batubara dan semen. “Jika ditembus, amankan profit yang sudah didapat untuk kembali melakukan reakumulasi ketika IHSG di kisaran 4.130-4.235,” ungkap dia.
Analis dari Equator Securities Gina Novrina Nasution menilai wajar koreksi tipis indeks saham domestik kemarin. “Pelemahan tersebut sangat wajar di tengah rally yang sudah terjadi dalam beberapa hari terakhir,” ujarnya.
Sementara itu, lanjut dia, pada perdagangan tadi malam Wall Street juga dirundung dengan profit taking di tengah meredanya euforia paket stimulus atau Quantitative Easing (QE) tahap ketiga yang akan dikucurkan untuk stabilisasi pertumbuhan ekonomi di Amerika. “Dow Jones mengalami pelemahan sebesar 0,3%,” ucap Gina. “Selain itu bursa Eropa juga dirundung profit taking,” tegas dia.
Dia menambahkan, bursa regional pada pagi ini juga mengalami pelemahan. “Karena itu, IHSG diperkirakan masih akan melanjutkan pelemahan secara terbatas dengan kisaran perdagangan di level support 4.212 dan resistance 4.274,” imbuhnya.