INILAH.COM, Sydney – Bursa Asia dibuka melemah, Selasa (18/9/2012), setelah perseteruan China dan Jepang memanas serta pasar saham Amerika Serikat (AS) melemah.
Bursa Nikkei di Jepang turun 0,1% setelah sempat libur sehari, kemarin. Bursa Kospi di Korea Selatan (Korsel) melemah 0,2% dan Australia 0,4%. Wall Street melemah karena aksi ambil untung mematahkan kenaikan lima hari berturut-turut setelah isu quantitative easing.
Sengketa geopolitik juga menyebabkan investor Amerika berhati-hati, menyusul gelombang unjuk rasa di Timur Tengah dan Afrika. Selain unjuk rasa terkait perebutan teritori antara China dan Jepang.
Pengunjuk rasa anti-Jepang menekan performa saham-saham eksportir Negeri Matahari Terbit. Sebuah laporan menyatakan, sejumlah pabrik Jepang di China terpaksa tutup untuk menghindari bentrokan.
Beberapa perusahaan yang terkena imbasnya adalah Panasonic Corp. yang melemah 1% setelah harian bisnis Nikkei melaporkan terhentinya operasi mereka di China sejak kemarin, karena banyaknya pengunjuk rasa.
Perusahaan lain yang juga menghentikan kegiatannya, mengalami hal sama. Toyota Motor Co. turun 0,2%, Nissan Motor Co.1,9% dan Honda Motor Co. 1,5%. Peritel seperti Fast Retailing Co. anjlok 4,6% karena toko-tokonya sementara ditutup.
Di Seoul, perusahaan terkait kegiatan shipping melemah. Hyundai Mipo Dockyard turun 1,4% dan Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering Co. 1,3%. Perusahaan pertambangan di Australia juga dibuka melemah, disebabkan prediksi pelemahan revenue.
Perusahaan pertambangan terbesar BHP Billiton Ltd. turun 0,9% karena kabar gaji pokok pejabat perusahaan akan ditahan. Pesaingnya, Rio Tinto Ltd. terkoreksi 1,3% dan PanAust Ltd. 1,9%.
Namun, pelemahan Bursa Asia masih diimbangi performa baik saham-saham blue chips. Sony Corp. naik 4,2%, Toshiba Corp. 1,2% dan Fujifilm Holdings Corp. 2%. Emiten tambang Australia Fortescue Metals Group Ltd. meroket 15,5% setelah mengamankan fasilitas baru. [ast]