Minggu, 21 Desember 2014 | 08:05 WIB
Follow Us: Facebook twitter
John Veter
Pasca-QE The Fed, IHSG Masuk Fase Konsolidasi Baru
Headline
inilah.com
Oleh: Ahmad Munjin
pasarmodal - Selasa, 18 September 2012 | 03:00 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta – Peluncuran QE oleh The Fed dinilai telah berhasil membawa IHSG tembus fase konsolidasi panjang 2011-2012. Karena itu, indeks cenderung positif hingga akhir tahun.

Pengamat pasar modal John Veter mengatakan hal itu kepada INILAH.COM. Menurutnya, dalam sebelan ke depan, indeks akan berada pada fase konsolidasi baru dalam kisaran 4.180 hingga 4.300.“Hingga akhir tahun pasar bisa melihat level 4.400-4.500.Jadi, The Fed menjadi trigger pergerakan indeks,” katanya.

Pada perdagangan Senin (17/9/2012) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ) ditutup melemah tipis 1,72 poin (0,04%) ke angka 4.255,283 dengan intraday tertinggi 4.236,825 dan terendah 4.272,829. Di sisi lain, indeks saham unggulan LQ45 justru naik tipis 0,34 poin (0,05%) ke angka 732,869. Berikut ini wawancara lengkapnya:

IHSG hanya melemah tipis 0,04%. Apa artinya?

Setelah menguat signifikan Jumat (14/9/2012)dan mencetak rekor baru seiring sentimen positif dari Quantitative Easing (QE)yang digulirkan oleh Bank Sentral AS, The Fed, IHSG sudah menembus kisaran rentang konsolidasi panjang hampir satu tahun, dari 2011hingga 2012. Karena itu, hingga akhir tahun, laju IHSG akan positif karena sudah berada di level konsolidasi yang baru.

Kalau begitu, kisaran konsolidasi IHSG dalam sebulan ke depan?

Dalam sebulan ke depan, IHSG akan bergerak dalam kisaran support 4.180 hingga resistance 4.300.

Targat Anda hingga akhir tahun?

Hingga akhir tahun pasar bisa melihat level 4.400-4.500.Jadi, The Fed menjadi trigger pergerakan indeks.

Faktor dalam negeri bagaimana?

Itu yang paling utama. Salah satunya ekonomi Indonesia yang baik, suku bunga BI rate yang flat di level 5,75%. Karena itu, dari sisi likuiditas, pasar saham Indonesia tidak mengalami masalah. Begitu juga dengan kinerja keuangan yang baik dari para emiten. Semua itu, juga mendapat dukungan positif dari pemerintah seperti pembangunan infrastruktur yang dicanangkan dalam program Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI).

Pengaruh dari QE The Fed sendiri secara fundamental sebenarnya tidak secara langsung ke ekonomi Indonesia. Efek secara tidak langsung dari sisi penguatan harga komoditas, dan saham-saham berbasis komoditas juga bakal menguat.

Saham-saham pilihan Anda?

Saham-saham pilihan adalah yang terkait komoditasseperti PT Indo Tambang Raya (ITMG), PT Bukit Asam (PTBA), danPT United Tractor (UNTR). Saham-saham lainnya di perbankan PT Bank Mandiri (BMRI) dan terkait infrastruktur di saham PT Semen Gresik (SMGR).

Apa rekomendasi Anda?

Saya rekomendasikan buy-hold hingga akhir September dengan potential gain 2-5%.

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER
Keputusan bertransaksi mengacu pada rekomendasi saham di INILAH.COM sepenuhnya merupakan tanggung jawab pembaca. Sementara analis maupun perusahaan pialang yang membuat rekomendasi saham juga tidak ikut bertanggung jawab.