Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 1 Maret 2015 | 23:05 WIB
Hide Ads

John Veter

Pasca-QE The Fed, IHSG Masuk Fase Konsolidasi Baru

Oleh : Ahmad Munjin | Selasa, 18 September 2012 | 03:00 WIB
Pasca-QE The Fed, IHSG Masuk Fase Konsolidasi Baru
inilah.com

INILAH.COM, Jakarta Peluncuran QE oleh The Fed dinilai telah berhasil membawa IHSG tembus fase konsolidasi panjang 2011-2012. Karena itu, indeks cenderung positif hingga akhir tahun.

Pengamat pasar modal John Veter mengatakan hal itu kepada INILAH.COM. Menurutnya, dalam sebelan ke depan, indeks akan berada pada fase konsolidasi baru dalam kisaran 4.180 hingga 4.300."Hingga akhir tahun pasar bisa melihat level 4.400-4.500.Jadi, The Fed menjadi trigger pergerakan indeks," katanya.

Pada perdagangan Senin (17/9/2012) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ^JKSE) ditutup melemah tipis 1,72 poin (0,04%) ke angka 4.255,283 dengan intraday tertinggi 4.236,825 dan terendah 4.272,829. Di sisi lain, indeks saham unggulan LQ45 ^JKLQ45 justru naik tipis 0,34 poin (0,05%) ke angka 732,869. Berikut ini wawancara lengkapnya:

IHSG hanya melemah tipis 0,04%. Apa artinya?

Setelah menguat signifikan Jumat (14/9/2012)dan mencetak rekor baru seiring sentimen positif dari Quantitative Easing (QE)yang digulirkan oleh Bank Sentral AS, The Fed, IHSG sudah menembus kisaran rentang konsolidasi panjang hampir satu tahun, dari 2011hingga 2012. Karena itu, hingga akhir tahun, laju IHSG akan positif karena sudah berada di level konsolidasi yang baru.

Kalau begitu, kisaran konsolidasi IHSG dalam sebulan ke depan?

Dalam sebulan ke depan, IHSG akan bergerak dalam kisaran support 4.180 hingga resistance 4.300.

Targat Anda hingga akhir tahun?

Hingga akhir tahun pasar bisa melihat level 4.400-4.500.Jadi, The Fed menjadi trigger pergerakan indeks.

Faktor dalam negeri bagaimana?

Itu yang paling utama. Salah satunya ekonomi Indonesia yang baik, suku bunga BI rate yang flat di level 5,75%. Karena itu, dari sisi likuiditas, pasar saham Indonesia tidak mengalami masalah. Begitu juga dengan kinerja keuangan yang baik dari para emiten. Semua itu, juga mendapat dukungan positif dari pemerintah seperti pembangunan infrastruktur yang dicanangkan dalam program Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI).

Pengaruh dari QE The Fed sendiri secara fundamental sebenarnya tidak secara langsung ke ekonomi Indonesia. Efek secara tidak langsung dari sisi penguatan harga komoditas, dan saham-saham berbasis komoditas juga bakal menguat.

Saham-saham pilihan Anda?

Saham-saham pilihan adalah yang terkait komoditasseperti PT Indo Tambang Raya (ITMG.JK), PT Bukit Asam (PTBA.JK), danPT United Tractor (UNTR.JK). Saham-saham lainnya di perbankan PT Bank Mandiri (BMRI.JK) dan terkait infrastruktur di saham PT Semen Gresik (SMGR.JK).

Apa rekomendasi Anda?

Saya rekomendasikan buy-hold hingga akhir September dengan potential gain 2-5%.

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.