INILAH.COM, Jakarta - PT Astra International Tbk (ASII) optimis market share penjualan otomotif perseroan dapat dipertahankan meski akan hadir Tata Motors yang menawarkan kendaraan dengan harga lebih murah.
"Kami sudah lama di Indonesia dan mempunyai customer loyal. Purna jual itu penting oleh karena itu market share dapat dipertahankan," ujar Presiden Direktur PT Astra International Tbk, Prijono Sugiarto, saat ditemui di acara Indonesia Investment Forum, Senin (17/9/2012).
Menurut Prijono, market share penjualan otomotif perseroan mencapai 50% hingga kini. Pihaknya mengharapkan market share tersebut dapat bertahan hingga akhir tahun 2012. Hal itu mengingat ada ketentuan down payment bagi kendaraan bermotor.
"Dampak down payment belum jelas. Memang ketika down payment tersebut diumumkan lalu ada lebaran sehingga permintaan naik. Kami lihat penjualan pada September apakah ada penurunan atau kenaikan, jadi dampak down payment masih belum jelas," tutur Prijono.
Saat ditanya mengenai pengembangan mobil hybrid, Prijono mengatakan, grup Toyota memindahkan (Research and Development/R&D) ke Karawang, Jawa Barat. Oleh karena itu pihaknya optimis dalam waktu 5-7 tahun, bangsa Indonesia dapat mampu membuat produk yang dapat dijual.
Selain itu, grup Asta juga menaikkan belanja modal rata-rata minimal 20% per tahun. Dengan belanja modal tersebut dapat digunakan untuk ekspansi usaha perseroan.
"Secara konsolidasi kami menganggarkan belanja modal sekitar Rp15 triliun pada 2012. Kalau total belanja modal keseluruhan termasuk Daihatsu dan lainnya sekitar Rp20 triliun pada tahun ini," kata Prijono. [hid]