INILAH.COM, Jakarta – Rencana PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) melunasi pokok dan bunga Obligasi perseroan I tahun 2009 seri A, dinilai positif.
Analis Etrading Securities mengatakan, rencana BTPN untuk melunasi pokok dan bunga obligasi I tahun 2009 seri A merupakan hal yang positif. “Pokok dan bunga obligasi yang akan jatuh tempo tersebut dalam pandangan kami dapat didanai oleh kas internal BTPN,”ujarnya.
BTPN mengaku telah menyiapkan dana untuk membayar surat utang tersebut senilai Rp371,8 miliar. Adapun surat utang ini akan jatuh tempo pada 7 Oktober 2012.
Sebagai informasi, hingga semester pertama 2012, BTPN berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp920.77 miliar dengan saldo kas sebesar Rp1,27 triliun.
Obligasi I pada tahun 2009 senilai Rp500 miliar merupakan bagian dari obligasi berkelanjutan BTPN senilai total Rp2,5 triliun. Obligasi I-2009 tersebut terdiri dari 2 seri yakni seri A dengan kisaran kupon 11,25-12,25% bertenor 3 tahun dan seri B dengan kisaran kupon 11,75-12,25% bertenor 5tahun.
Ke depannya, BTPN hendaknya tetap menerapkan manajemen risiko yang baik dalam setiap ekspansi kreditnya agar kualitas kredit yang tercermin dalam rasio non-performing loan (NPL) dapat tetap terkendali.
Konsensus analis Bloomberg mencatat 9 rekomendasi beli dan 6 rekomendasi tahan dengan target harga Rp4.853 per saham BTPN. [ast]