INILAH.COM, Jakarta – Laju IHSG Rabu (12/9/2012) diprediksi variatif dengan kecenderungan menguat seiring ekspektasi stimulus dari The Fed besok. Namun, tak satu pun saham dapat rekomendasi.
Pada perdagangan Selasa (11/9/2012) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG
) ditutup melemah tipis 5,30 poin (0,13%) ke angka 4.155,356 dengan intraday tertinggi 4.157,281 dan terendah 4.127,759. Begitu juga dengan indeks saham unggulan LQ45
yang turun 1,22 poin (0,17%) ke angka 714,478.
Analis Panin Securities Purwoko Sartono mengatakan, IHSG kemarin ditutup melemah tipis menyusul sentimen negatif dari bursa regional. “Penurunan yang terjadi pada bursa regional menyusul kekhawatiran akan kemampuan Yunani dalam memenuhi persyaratan untuk menerima bantuan,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Selasa (11/9/2012).
Menurutnya, indikasi tersebut terlihat dari ketidakmampuan pemerintah Yunani mendapatkan kesepakatan dari partai koalisi mengenai pemotongan anggaran belanja yang merupakan persyaratan untuk menerima dana bantuan selanjutnya.
Di sisi lain, kata dia, pasar juga masih menanti pengumuman press release The Fed pada Kamis (13/9/2012) besok. Investor masih menanti potensi stimulus menyusul data ekonomi yang melemah di Amerika dan China.
Di atas semua itu, Purwoko memperkirakan, IHSG akan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat. Menurutnya, indeks akan bergerak pada kisaran support-resistance 4.130-4.177.Tapi, tak satu pun saham dapat rekomendasi positif untuk perdagangan Rabu ini.