INILAH.COM, Jakarta – Untuk jangka menengah, jika menembus support 4.151, IHSG berpeluang melemah ke 4.000. Jika sebaliknya, indeks justru potensial naik ke 4.300. Seperti apa?
Abidin, analis teknikal dari Millenium Danatama Securities mengatakan, level 4.151 merupakan level support IHSG sekaligus level krusial. Sebab, jika indeks berada di bawah 4.151, pergerakan indeks akan menuju support 4.000 untuk jangka menengah. Sebaliknya, jika indeks bisa bertahan di atas 4.151, indeks bisa menguat ke 4.300 untuk jangka menengah. “Tapi, untuk Rabu ini indeks berpeluang sideways dalam kisaran sempit,” katanya kepada INILAH.COM.
Pada perdagangan Selasa (11/9/2012) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG
) ditutup melemah tipis 5,30 poin (0,13%) ke angka 4.155,356 dengan intraday tertinggi 4.157,281 dan terendah 4.127,759. Begitu juga dengan indeks saham unggulan LQ45
yang turun 1,22 poin (0,17%) ke angka 714,478. Berikut ini wawancara lengkapnya:
IHSG melemah tipis 0,13% kemarin. Apa yang terjadi?
Secara teknikal, indeks memang masih dalam fase konsolidasi tapi sudah menunjukkan sinyal bullish. Konsolidasi pasar dipicu oleh penantian atas hasil rapat Federal Open Market Committee (FOMC) The Fed pada Kamis (13/9/2012) besok. Pasar menanti kemungkinan digulirkannya Quantitative Easing (QE) tahap ketiga. Jika QE memang menjadi kenyataan, indeks berpeluang melanjutkan kenaikannya.
Lantas, bagaimana arahnya untuk Rabu (12/9/2012) ini?
Untuk Rabu, IHSG berpeluang bergerak sideways dalam kisaran sempit.
Level support dan resistance-nya?
Secara teknikal, IHSG berpeluang menguji support 4.151. Artinya, kalaupun IHSG melemah hari ini akan sangat terbatas. Kecuali jika ada berita yang sangat negatif. Kisaran pergerakan IHSG sendiri, sebenarnya masih di level support 4.120 dan resistance 4.190. Tapi, meski 4.120 menjadi support, bukan berarti indeks punya potensi pelemahan ke level tersebut hari ini. Sebab, indeks memiliki tahanan pada support 4.151.
Bagaimana jika indeks justru menembus support 4.151?
Jika indeks gagal bertahan di 4.151, baru indeks bisa melemah ke support 4.120 untuk jangka pendek. Sebab, level 4.121 merupakan level yang menandai tren naik IHSG. Karena itu, level 4.151 merupakan level support sekaligus level krusial.
Jika indeks berada di bawah 4.151, pergerakan indeks akan menuju support 4.000 untuk jangka menengah. Sebaliknya, jika indeks bisa bertahan di atas 4.151, indeks bisa menguat ke 4.300 untuk jangka menengah. Tapi, untuk Rabu ini indeks berpeluang sideways dalam kisaran sempit.
Apa saran Anda untuk pelaku pasar?
Dalam situasi ini, pasar bisa melakukan pola-pola trading jangka pendek karena indeks masih dalam tren tren naik selama berada di atas 4.120. Saya merekomdasikan positif saham di sektor aneka industri, infrastruktur, dan consumer goods.
Spesifik saham pilihan Anda?
Saham-saham pilihannya adalah PT Multi Prima Sejahtera (LPIN) yang berada dalam tren naik selama berada di atas Rp5.900. PT Pembangunan Perumahan (PTPP) yang meski sudah memasuki tren turun tapi sudah memberikan sinyal bullish selama berada di atas RP6.010. Lalu, PT Unilever Indonesia (UNVR) yang berada dalam tren naik selama berada di atas Rp26.450.
Bukankah UNVR sudah mahal?
UNVR memang sudah menembus level tertinggi sebelumnya yakni Rp28.300 ke Rp28.350. Tapi, sekarang berada di Rp28.000. Karena itu, ada potensi kenaikan UNVR ke Rp29.000.
Bagaimana strategi trading pada saham-saham tersebut?
Secara umum, saham-saham tersebut dalam tren naik. Saya rekomendasikan trading buy saham-saham tersebut. Di-hold pun bisa selama IHSG berada di atas 4.120.