INILAH.COM, Jakarta - Seperti diperkirakan para analis, perdagangan saham Senin (10/9/2012) terbukti diwarnai profit taking. Maklum, selama sepekan kemarin indek harga saham gabungan (IHSG) telah menguat 83,35 poin (2%). Tingginya penguatan indeks tersebut membuat sebagian investor tergiur merealisasikan keuntungan mereka.
Menurut seorang analis, dalam situasi tidak menentu seperti sekarang, memang sebaiknya investor tidak serakah dan menunggu capital gain yang lebih besar. Itu sebabnya, kendati masih berada di jalur hijau, hari ini indeks harga saham gabungan (IHSG) hanya menguat tipis sebesar 16,98 poin (0,41%) ke level 4.160,66.
Purwoko Sartono memprediksikan, kemungkinan di awal pekan ini indeks akan merosot ke level support 4.131. Makanya, analis dari Panin Securities ini menyarankan investor segera melakukan aksi ambil untung sebelum indeks menurun tajam. Setelah itu, barulah koleksi dilakukan kembali setahap demi setahap.
Tommy Yu, dari Jsxpro.com, mendukung pendapat tersebut. Selain dipengaruhi aksi ambil untung, pasar di pekan ini juga sudah sepi dari sentimen positif. “Kans untuk naik atau turun memang cukup berimbang,” katanya. Ia memasang level support di 4.075 dan resistace 4.150. Namun, karena hari ini indeks tembus 4.160, menurut Tommy, indeks berpotensi besar melaju ke level 4.230.
Dengan kondisi yang miskin sentimen seperti sekarang, Tommy menyarankan investor mempertimbangkan saham-saham seperti PT Astra Agro Lestari (AALI), PT BW Plantation (BWPT), PT Mitra Adiperkasa (MAPI), dan PT PT Bumi Resouces Mineral (BRMS).
Sementara Purwoko menyodorkan saham PT Bank Tabungan Negara (BBTN), PT Bank Jabar Banten (BJBR), dan PT Bank Jatim (BJTM). Ia memperkirakan ketiga saham tersebut pekan ini akan ramai ditransaksikan. “Sehingga secara perlahan harganya akan terus menguat,” kata Purwoko. [mdr]