INILAH.COM, Jakarta – Jika mampu menembus resistance kuat 4.149, IHSG diprediksi melanjutkan rally ke level 4.200 dalam sepekan ke depan. Tapi, jika gagal tembus, profit taking jadi ancaman.
Pada perdagangan Jumat (7/9/2012) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG
) ditutup menguat 40,82 poin (0,99%) ke angka 4.143,679 dengan intraday tertinggi 4.154,971 dan terendah 4.126,194. Begitu juga dengan indeks saham unggulan LQ45
yang naik 7,98 poin (1,13%) ke angka 711,506.
Analis Panin Securities Purwoko Sartono mengatakan, IHSG pada perdagangan terakhir pekanini ditutup melonjakseiring pengumuman rencana detil tentang pembelian surat utang oleh European Central Bank (ECB). “Selain itu data ekonomi Amerika juga memberikan sentimen positif,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, akhir pekan. Akibatnya, S&P500 ditutup pada level tertingginya dalam 4 tahun.
Presiden ECB, Mario Draghi mengataka, bahwa pembuat kebijakan setuju untuk melakukan pembelian surat utang tanpa batas untuk mendapatkan kontrol atas suku bunga di kawasan Eropa. “Keputusan ini merupakan yang paling agresif diantara keputusan yang pernah diambil ECB dalam menangangi krisis Eropa sejak 3 tahun lalu,” ujarnya.Bond program ECB akan menargetkan pembelian obligasi bertenor 1-3 tahun.
Dari Amerika Serikat, perusahaan di Amerika juga menambah pekerjanya lebih banyak dari perkiraan awal. Klaim tunjangan pengangguran turun ke level 365.000 atau terendah dalam 1 bulan. Selain itu, industri jasa di Amerika bulan Agustus tumbuh lebih tinggi dari perkiraan.
Di atas semua itu, Purwoko memperkirakan, mengawali pekan depan IHSGkembali mencoba menembus resistance kuat 4.149. “Jika tembus, kemungkinan rally ini akan dapat berlanjut untuk jangka pendek menuju 4.200,” timpalnya.
Sebaliknya jika gagal, kemungkinan pasar akan melakukan profit taking dalam beberapa hari mendatang. “Kisaran support-resistance untuk Senin (10/9/2012) adalah 4.131-4.170,” imbuh Purwoko.