INILAH.COM, Jakarta – Kendati Presiden ECB Mario Draghi sudah menyuntikkan sentimen positif ke pasar global, pergerakan IHSG pekan depan diprediksi masih mendapat banyak penghalang.
"IHSG pekan depan masih akan banyak rintangan, sentimen global pasca keputusan Draghi tetap memberi respon sinyal positif terhadap pergerakan IHSG. Namun, investor tetap menunggu reaksi pasar selanjutnya pasca keputusan ini," kata Analis Universal Broker Indonesia, Satrio Utomo kepada INILAH.COM, Jumat (7/9/2012).
Selain itu secara fundamental, sentimen global Draghi ini juga tidak serta merta membuat memberi sinyal positif karena masih ada negara Eropa yang tidak merespon positif kebijakan ECB ini.
"Di antaranya konstitusi Jerman yang menganggap kebijakan moneter ECB untuk menyelesaikan masalah fiskal Eropa dinilai belum tentu bisa menjadi solusi. Isu ini berpengaruh terhadap spekulasi bagi para investor," katanya.
Seperti diketahui, Presiden ECB Mario Draghi telah mengumumkan akan membeli obligasi jatuh tempo dengan tidak terbatas untuk menerapkan program penghematan fiskal yang disetujui. Hal ini mengindikasikan adanya langkah lanjutan kebijakan ekonomi global. Namun, investor masih menunggu reaksi pasar selanjutnya.
Pada penutupan perdagangan Jumat (7/9/2012) akhir pekan kemarin, IHSG berakhir di level 4.143,6 setelah menguat 40,8 poin atau 0,9% dan investor asing dalam posisi net buy sebesar Rp483,2 miliar.
Satrio pun memperkirakan pada pembukaan pekan ini, pergerakan indeks akan berada di level support 4.100, dengan kecenderungan menguat. “Sedangkan level resistance bergerak di level 4.150, 4.183 dan 4.232,”ujarnya.
Selain itu Satrio menyebutkan saham yang disarankan bagi investor pekan depan kembali di sektor perbankan (BMRI, BBCA), saham-saham properti juga konsumer (UNVR). Ia juga menyarankan saatnya pekan depan kembali melirik saham-saham batu bara.
"Karena IHSG bergerak naik maka saham pilihan paling tidak dari saham banking dan properti bisa dilirik investor, dan tentunya saham-saham batu bara pekan depan bisa dipilih investor," ujarnya. [ast]