INILAH.COM, Jakarta – Laju IHSG Jumat (7/9/2012) diprediksi variatif cenderung menguat. Data penjualan mobil Agustus yang lebih tinggi dari perkiraan jadi salah satu katalisnya.
Analis Panin Securities Purwoko Sartono mengatakan, dari dalam negeri, data penjualan mobil nasional Agustus 2012 yang lebih tinggi dari perkiraan menjadi katalis positif buat indeks. “Ini sebagai indikasi kuatnya daya beli domestik di tengah melemahnya ekonomi global,” katanya kepada INILAH.COM.
Pada perdagangan Kamis (6/9/2012) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG
) ditutup menguat 27,51 poin (0,67%) ke angka 4.102,857 dengan intraday tertinggi 4.103,678 dan terendah 4.080,825. Begitu juga dengan indeks saham unggulan LQ45
yang naik 5,75 poin (0,82%) ke angka 703,531. Berikut ini wawancara lengkapnya:
IHSG menguat 0,67%. Apa yang terjadi?
IHSG ditutup menguat di tengah aksi tunggu investor akan press conference European Central Bank (ECB) yang mengumumkan rencana pembelian surat utang secara rinci semalam. Disisi lain pergerakan indeks regional juga dibayangi beberapa data ekonomi di dunia.
Data manufaktur dan jasa/service kawasan Eropa bulan Agustus yang mengalami kontraksi lebih buruk dari yang diperkirakan. Sedangkan data jasa/service China Agustus bertumbuh lebih lemah dari bulan Juli.
Selain itu?
Produk Domestik Bruto (PDB) Australia pada kuartal II-2012 bertumbuh 0,6% dari kuartal sebelumnya lebih rendah dari perkiraan sebesar 0,7%.
Sentimen dalam negeri?
Dari dalam negeri, Data penjualan mobil nasional Agustus 2012 yang lebih tinggi dari perkiraan menjadi katalis positif buat indeks. Ini sebagai indikasi kuatnya daya beli domestik di tengah melemahnya ekonomi global.
Kalau begitu, bagaimana Anda melihat arah IHSG Jumat (7/9/2012) ini?
Hari ini IHSG diperkirakan akan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat. Kami proyeksikan indeks akan bergerak pada kisaran support 4.080 dan resistance 4.120.
Saham-saham pilihan Anda?
Saham-saham pilihan adalah PT Bumi Serpong Damai (BSDE), PT Indocement Tunggal Prakasa (INTP), PT Semen Gresik (SMGR), dan PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI). Saya rekomendasikan trading empat saham itu.