Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 18 Oktober 2017 | 08:47 WIB

Moodys Kembali Mengguncang Dunia

Oleh : Bastaman | Rabu, 5 September 2012 | 20:46 WIB
Moodys Kembali Mengguncang Dunia
ist
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Koreksi masih terus berlangsung di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI). Pada perdagangan Rabu (5/9/2012), indeks harga saham gabungan (IHSG) terkoreksi 29,90 poin (0,73%) ke level 4.075,35.

Kendati tak sebesar yang terjadi di bursa lainnya, sejumlah analis menyatakan bahwa penurunan yang terjadi beberapa hari terakhir ini masih akan terus berlanjut karena banyaknya sentimen negatif.

Salah satunya adalah keputusan Moodys Investors Service menurunkan prospek kredit Uni Eropa (UE) dari positif menjadi negatif. Keputusan itu membuat para investor di Eropa ramai-ramai membuang saham mereka. Akibatnya, indeks CAC 40 Paris turun 1,29%. Penurunan juga dialami indeks FTSE 100 London dan DAX 30 Franfurt, masing-masing sebesar 1,16% dan 0,77%.

Tak hanya berdampak pada perdagangan di bursa Eropa, penilaian Moodys yang bisa berakibat terhadap penurunan peringkat kredit UE tersebut berimbas juga ke pasar modal lainnya. Indeks Dow Jones di Wall Street New York melemah 0,42%. Penurunan juga dialami oleh indeks Hang Seng (1,47%), Nikkei 225 (1,09%), Kospi (1,74%), dan Straits Times (0,52%).

Betul, masih ada sedikit harapan bahwa bursa akan kembali bergairah. Tetapi peluang itu hanya bisa terjadi bila European Central Bank (ECB), yang akan menggelar pertemuan Kamis (5/9), jadi membeli surat-surat utang negara UE yang terkena krisis. "Jika (kebijakan) ECB mengecewakan, para pelaku pasar akan bereaksi negatif," ujar Christian Stocker, seorang akhli di UniCredit.

Sentimen positif juga kemungkinan akan datang dari Amerika. Pekan ini, data indeks manufaktur Amerika untuk Agustus akan diumumkan. Sejumlah kalangan memperkirakan indeks manufaktur Amerikan sepanjang Agustus akan naik dari 49,8% (indeks Juli) menjadi 50. Ini menunjukkan bahwa perekonomian Amerika sudah mulai menggeliat dan berpotensi meningkatkan permintaan terhadap bahan baku serta minyak mentah (crude oil).

Itu sebabnya, walau pun saat ini banyak efek yang harganya turun, peluang untuk menguat masih tetap ada. Hanya saja para analis menyarankan investor untuk tetap hati-hati. Salah satu strategi yang bisa diterapkan dalam situasi sekarang adalah hit and run. [mdr]

Tags

Komentar

 
x