INILAH.COM, Jakarta – Berdasarkan Astronacci Time Forecast, IHSG diprediksi menjalani fase penguatan hingga 7 September 2012. Karena itu, bersiaplah mengambil posisi beberapa saham!
Pada perdagangan Jumat (31/8/2012) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG
) ditutup menguat 34,75 poin (0,86%) ke angka 4.060,331 dengan intraday tertinggi 4.068,02 dan terendah 3.978,078. Begitu juga dengan indeks saham unggulan LQ45
yang naik 6,78 poin (0,98%) ke angka 695,532.
Presiden dan pendiri PT Astronacci Internasional Gema Goeyardi mengatakan, pergerakan Dow Jones cenderung mempertahankan penguatannya pada zona hijau hingga penutupan perdagangan kemarin. “Penguatan ini telah sesuai dengan outlook yang saya telah berikan sebelumnya, dimana saya memperlihatkan bahwa siklus Full Moon akan mempengaruhi pembentukna turning point dari harga,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Minggu (2/9/2012).
Karena itu, kata dia, tepat pada Jumat (31/8/2012)pasar melihat sebuah keajaiban, dimana baik IHSG, DJIA, maupun Komoditas (Oil dan Gold) mengalami kenaikan tepat seperti yangharapkan. “Artinya, saat ini kita akan memasuki fase penguatan yang akan diakhiri dengan pembentukan peak pada 7 September 2012,” ujarnya.
Selain itu, lanjutnya, pasar juga melihat pembentukan key reversal bar pada IHSG yang akan mendorong harga untuk kembali bergerak dalam fase rebound. Terutama setelah harga menyentuh area trendline support dari pola ascending broadening Wedge. “Oleh karena itu, kita akan bersiap untuk menggunakan kesempatan ini untuk kembali melakukan pembelian,” timpal Gema.
Daily Trading Strategy ini, lanjutnya, merupakan saat yang potensial bagi pasar untuk mengambil keuntungan dari trading jangka pendek. “Seperti yang telah dikatakan sebelumnya, bagi Anda yang masih memiliki posisi dengan floating loss diatas 15%, dapat menggunakan kesempatan ini untuk melakukan sell short dengan melakukan penjualan saat harga telah mencapai peaknya dan kembali melakukan buy on weakness saat harga mencapai formasi bottom selanjutnya,” ucap dia.
Sementara itu, menurut dia, bagi Anda yang telah memiliki posisi cash dan siap untuk meraih kesempatan lain, dapat mempertimbangkan beberapa saham yang menunjukan potensi penguatannya seperti PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI), PT Bank Mandiri (BMRI), PT Charoen Pokphand Indonesia (CPIN), dan PT Mitra Adi Perkasa (MAPI).
Gema memperkirakan, laju IHSG akan mengalami penguatan setidaknya hingga rentang harga 4.120-4.150.Dari sisi Pattern Formation, pasar masih berada dalam rentang pola ascending broadening wedge.
Momentum Signalmenunjukkan bahwa Indikator CCI saat ini telah memasuki area jenuh jualnya. “Hal ini mengkonfimasi proyeki rebound yang telah saya proyeksikan sebelumnya,” tandas Gema Goeyardi.
Adapun Trading Strategy, pasar akan bersiap untuk mengambil posisi pada beberapa saham yang telah disajikan dan mengikuti fase penguatan ini hingga area time resistance tercapai pada akhirpekan ini. “Setelah itu, kita bersiap untuk melakukan penjualan,” ungkap dia.
Sementara itu, Astronacci Time Forecast JCI (Jakarta Composite Index) menunjukkan posisi Pulled Back. “Kita telah melihat bagaimana sebuah siklus Full Moon dapat dengan tepat membentuk sebuah turning point pada IHSG sesuai dengan yang kita prediksikan,” ujarnya.“Harga akan menjalani fase penguatan ini hingga 7 September 20 12, sebelum harga kembali masuk ke fase koreksi selanjutnya.”