INILAH.COM, New York - Bursa saham Amerika Serikat ditutup menguat pada Kamis (30/8/2012) dini hari tadi. Pelaku pasar berharap ada petunjuk tentang kemungkinan stimulus ekonomi lebih lanjut.
Indeks Dow Jones naik tipis 4,49 poin atau 0,03% ke level 13.107,48. Indeks S&P naik 1,19 poin atau 0,08% ke level 1.410,49. Indeks Nasdaq naik 4,04 poin atau 0,13% ke level 3.081,19. Meski indeks saham utama menguat, volume perdagangan saham relatif rendah.
Selain itu, harga minyak mentah Amerika Serikat melemah pada perdagangan saham Kamis (30/8/2012). Hal itu dikarenakan kilang Gulf Coast mengalami kerusakan karena badai Isaac. Sementara itu, saham global sedikit berubah dengan mengantisipasi pidato Chairman The Fed Ben Bernanke.
Bursa saham Amerika Serikat telah didukung dari harapan The Fed akan memompa lebih banyak dana untuk mendorong perekonomian. Namun pertumbuhan tenaga kerja dan ritel pada Juli telah meredam spekulasi lebih lanjut. Selain itu, data business spending dan inflasi pun memberikan dukungan kepada The Fed untuk melakukan tindakan lebih lanjut.
GDP Amerika Serikat menunjukkan pertumbuhan 1,7% secara tahunan pada kuartal kedua. Tingkat tersebut lebih cepat dari 1,5% dari pemerintah laporkan. Pertumbuhan tersebut dinilai masih terlalu lambat untuk melakukan pelonggaran lebih lanjut oleh The Fed.
Sentimen lain yang mempengaruhi yaitu pertemuan bank sentral Eropa pada 6 September 2012. Dalam pertemuan tersebut juga diharapkan dapat melakukan rencana pembelian obligasi untuk mengurangi biaya pinjaman tinggi untuk utang Spanyol dan Italia. [hid]