INILAH.COM, Jakarta - Seperti sudah diperkirakan sejak awal, pelaku pasar mulai menghindar dari transaksi beli. Akibatnya, pada perdagangan Rabu (29/8/2012) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 49,68 poin (1,20%) ke level 4,093,17.
Pelemahan indeks tersebut, selain didorong aksi profit taking, juga karena investor menunggu isi pidato Gubernur The Fed Ben Bernanke Jum’at mendatang. Seperti diketahui, Jum’at depan para pimpinan bank sentral akan mengadakan pertemuan di Jackson Hole, Wyoming, Amerika.
Dari pertemuan itu akan diketahui, apakah akan keluar kebijakan stimulus untuk mengatasi perekonomian yang tengah merosot atau tidak. Pertemuan tersebut juga rencananya akan membahas soal rencana European Central Bank atau ECB membeli obligasi negara-negara Uni Eropa (UE).
Jika dari pertemuan itu muncul berita positif, dipastikan indeks global akan melejit. Masalahnya, ya itu tadi, tak seorang pun tahu apa yang akan diumumkan Bernanke. “Jika tidak ada stimulus, IHSG bisa menurun lebih dalam,” ujar Zulfirman Basir, analis Monex Investindo Future. Makanya, ia memperkirakan indeks pekan ini akan bergerak di rentang 4.120–4.160.
Ada tidaknya stimulus memang akan tergantung produk domestik bruto (PDB) Amerika kuartal II-2012. Masalahnya, perekonomian Amerika di kuartal II diperkirakan lebih baik dari kuartal sebelumnya. Ini tentu akan menjadi kabar baik bagi bursa global. Hanya saja, membaiknya perekonomian Amerika akan meredupkan peluang stimulus.
Tapi Amerika bukan satu-satunya faktor. Pasar juga tengah menunggu rencana ECB untuk membeli obligasi anggota UE. Jika rencana itu jadi, maka sejumlah negara seperti Yunani, Spanyol, dan Itali bisa terhindar dari kebangkrutan. Sayangnya, beberapa anggota UE seperti Jerman dan Belanda menolak rencana ECB tersebut. Mereka menganggap pembelian obligasi itu tak akan banyak pengaruhnya terhadap kondisi Eropa.
Itu sebabnya, sejumlah analis mengingatkan investor untuk ekstra hati-hati mengingat sejumlah negara di Eropa kini sudah terjangkit resesi. [mdr]