INILAH.COM, Jakarta – Jika sentimen pasar tak cukup kuat, pelemahan IHSG diprediksi berlanjut Kamis (30/8/2012) ini. Tapi, ada delapan saham yang layak dicermati. Apa saja?
Pada perdagangan Rabu (29/8/2012) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG
) ditutup melemah 49,68 poin (1,20 poin) ke 4.093,17 dengan intraday terendah 4.072,854 dan tertinggi 4.138,328. Begitu juga dengan indeks saham unggulan LQ45
yang turun 9,72 poin (1,36%) ke angka 702,224.
Managing Research Indosurya Asset Management Reza Priyambada mengatakan, kondisi bursa saham masih diwarnai aksi lepas posisi karena ketidakjelasan kondisi ekonomi, terutama dari ketidakjelasan program stimulus The Fed. “Karena itu, pada perdagangan Rabu IHSG bahkan anjlok cukup dalam,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Rabu (29/8/2012).
Sementara itu, melemahnya bursa saham Asia, terutama China dan Hong Kong menurut Reza, karena imbas pelemahan bursa saham AS sebelumnya. Selain itu, pembukaan bursa saham Eropa yang tidak memperlihatkan adanya kenaikan, membuat IHSG sulit untuk melepas diri dari teritori negatif.
Mayoritas bursa saham Asia Pasifikbergerak negatif. Pergerakan dipicu penurunan sejumlah saham elektronik, raw materials, dan logam. “Pelaku pasar juga melihat kian nyatanya imbas pelemahan ekonomi global sehingga mereka memilih untuk tetap wait & see atau bahkan berposisi keluar,” timpal dia.
Sebelumnya Jepang telah merilis penurunan Produk Domestik Bruto (PDB) dan menurunkan penilaian atas outlook perekonomiannya. Di tempat lain, PDB China hanya bertumbuh 7,6% pada kuartal kemarin.
Sementara di AS, terjadi penurunan indeks consumer confidence sehingga pelaku pasar menilai kondisi di AS juga tidak jauh beda. Mereka pun masih menunggu rilis resmi GDP ASyang semalam ternyata dirilis sesuai ekspektasi 1,7% dari kuartal sebelumnya 1,5%.
Di atas semua itu, Reza memperkirakan, pada perdagangan Rabu (29/8/2012)IHSG berada pada support 4.048-4.068 dan resistance 4.108-4.128.“IHSG terlihat membentuk pola seperti hammer namun, dengan body candle yang lebih panjang,” ujarnya.
Sementara itu, posisi candle mendekati lower bollinger bands.Moving Average Convergence-Divergence (MACD)bergerak cenderung turun dengan histogram negatif yang memanjang. The Relative Strength Index (RSI), William's %R, dan Stochastic kembali melanjutkan penurunan dari area overbought.
Dari candle yang terbentuk, menurut dia, pelemahan cukup dalam hingga IHSG mendekati area oversoldnya. Meski secara teknikal, IHSG menawarkan posisi yang menarik untuk masuk namun, belum didukung oleh kondisi lapangan yang positif.“Potensi kelanjutan pelemahan masih dimungkinkan jika sentimen yang ada tidak cukup kuat mendukung reversal IHSG, kecuali jika bursa saham AS bergerak reversal naik,” tandas dia.
Adapun saham-saham yang dapat dicermatiantara lain PT London Sumatera Plantation (LSIP), PT Semen Gresik (SMGR), PT Media Nusantara Citra (MNCN), PT Mitra Adi Perkasa (MAPI), PT Jasa Marga (JSMR), PT Perusahaan Gas Negara (PGAS), PT Wijaya Karya (WIKA), dan PT Charoen Pokphand Indonesia (CPIN).
Hingga kemarin petang, bursa saham Eropa masih nyaman berada di zona merah. Sementara bursa saham AS diperkirakan akan bergerak variatif karena wait & see pelaku pasar terhadap rilis data PDB AS. “Di harapkan rilis data GDP AS dapat positif sehingga bisa memberi harapan positif bagi pergerakan bursa saham Asia Kamis,” imbuh Reza.