Jumat, 24 Mei 2013 | 05:08 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Stimulus The Fed Belum Pasti, Dolar AS Masih Kuat
Headline
inilah.com
Oleh: Ahmad Munjin
pasarmodal - Kamis, 30 Agustus 2012 | 06:00 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta - Kurs rupiah terhadap dolar AS di pasar spot valas antar bank Jakarta, Kamis (30/8/2012) diprediksi volatile cenderung melemah. Sebelum ada kepastian soal stimulus The Fed, dolar AS masih kokoh.

Analis senior Monex Investindo Futures Daru Wibisono mengatakan, dolar AS masih akan kuat seiring ketidakpastian apakah The Fed akan menggulirkan stimulus atau tidak pada Jackson Hole Symposium, Jumat (31/8/2012). Atau bahkan, kata Daru, The Fed hanya mengeluarkan sebuah pernyataan yang positif saja dan tidak memberikan sinyal sitimulus semacam Quantitative Easing (QE) tahap ketiga.

Dia menegaskan, selama keputusan The Fed belum pasti, dolar AS masih cukup kuat. "Karena itu, Kamis ini, rupiah akan fluktuatif dengan kecenderungan melemah dalam kisaran lebar antara 9.510 hingga 9.570 per dolar AS,” katanya kepada INILAH.COM. Pasalnya, kata Daru, pasar masih wait and see bersamaan dengan pergerakan mata uang Asia lainnya.

Untuk hari ini, pasar juga sama-sama menunggu data-data ekonomi AS yang akan dirilis Kamis (30/8/2012) yang berpeluang menggerakkan dolar AS dan berimbas pada rupiah. Salah satunya adalah data tingkat pengangguran mingguan, initial claims AS.

Selain itu, akan dirilis juga data personal income AS yang angkanya diprediksi menurun jadi 0,3% dari sebelumnya 0,5%. Semalam dirilis data Produk Domestik Bruto (PDB) AS yang menggambarkan ekonomi AS dalam tiga bulan terakhir. Angkanya sudah diprediksi naik jadi 1,7% dari sebelumnya 1,5%. "Dari sisi data-data AS cukup variatif," ungkap dia.

Dia menegaskan, jika data-data AS memburuk, ekspektasi perlunya akan stimulus akan semakin kuat dan memperlemah dolar AS. Sebaliknya, jika positif harapan stimulus pun semakin tipis. "Sebab, The Fed sudah menegaskan, stimulus akan dikucurkan jika ekonomi AS semakin memburuk," tandas dia.

Kecenderungan pelemahan rupiah juga, lanjut Daru, karena meningkatnya permintaan dolar AS dari korporasi di akhir bulan dan permintaan dolar AS untuk transaksi perdagangan terutama impor. "Begitu juga dengan permintaan dari sektor institusi seperti perbankan," imbuhnya.

Asal tahu saja, kurs rupiah terhadap dolar AS di pasar spot valas antar bank Jakarta, Rabu (29/8/2012) ditutup melemah tipis 5 poin (0,052%) ke angka 9.540/9.555.

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
Keputusan bertransaksi mengacu pada rekomendasi saham di INILAH.COM sepenuhnya merupakan tanggung jawab pembaca. Sementara analis maupun perusahaan pialang yang membuat rekomendasi saham juga tidak ikut bertanggung jawab.