INILAH.COM, Jakarta – Hingga penutupan, IHSG diprediksi menguat terbatas seiring variatifnya sentimen dari regional. Perhatikan enam saham. Apa saja?
Pada sesi pertama perdagangan Rabu (29/8/2012) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG
) ditutup melemah 15,53 poin (0,37%) ke angka 4.127,316. Begitu juga dengan indeks saham unggulan LQ45
yang turun 2,97 poin (0,42%) ke posisi 708,971.
Analis dari Equator Securities Gina Novrina Nasution mengatakan, Dow Jones Industrial Average (DJIA) kembali tertekan. “Namun, saham-saham teknologi mengalami penguatan yang membuat Nasdaq menguat tipis,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Rabu (29/8/2012).
Menurutnya, pasar hawatirterhadap pertumbuhan ekonomi di Amerika yang diperkirakan masih akan melambat dan kemungkinan bahwa The Fed tidak memberikan dana stimulus baru. Akibatnya, sentimen negatifberhembus untuk Dow Jones yang selama dua hari mengalami pelemahan.
Sementara itu, lanjutnya, bursa Eropa juga sedang dilanda sentimen negatif menunggu hasil pengumuman dari European Central Bank (ECB)mengenai dana talangan untuk negara Yunani dan juga Spanyol yang kemungkinan akan membutuhkan dana stimulus.
“Hal ini membawa sedikit kepanikan dan para investor memilih untuk keluar dari aset beresiko dan masuk ke komoditas emas sehingga dalam dua hari terakhir harga emas mengalami kenaikan,” timpalnya.
Pagi tadi, kata dia, bursa regional dibuka mengalami penguatan terbatas, seiring sentimen yang beragam dari bursa global dan bursa regional.
Di atas semua itu, secara teknikal, Gina memperkirakan, IHSG akan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat terbatas. “Indeks akan bergerak pada kisaran perdagangan di level support 4.108dan resistance 4.162,” ujarnya.
Saham-saham yang dapat diperhatikan diantaranya PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI), PT Jasa Marga (JSMR), PT Bank Central Asia (BBCA), PT Harum Energy (HRUM), PT Indofood CBP Sukses Makmur (ICBP)dan PT Perusahaan Gas Negara (PGAS).