Kamis, 20 Juni 2013 | 06:54 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Abidin
Trading Buy Empat Saham, Speculative BUMI
Headline
inilah.com
Oleh: Ahmad Munjin
pasarmodal - Rabu, 29 Agustus 2012 | 03:00 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta – Meski IHSG diprediksi melanjutkan pelemahan, empat saham mendapat rekomendasi trading buy. Sementara itu, saham BUMI speculative buy!

Abidin, analis teknikal dari Millenium Danatama Securitiesmengatakan, saham LPIN, INTP, GTBO, dan SMMT berada dalam tren naik. Sedangkan saham BUMI sudah oversold. “Jadi, tinggal menunggu waktu penguatan BUMI,” katanya kepada INILAH.COM.

Pada perdagangan Selasa (28/8/2012) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ) ditutup melemah tipis 3,03 poin (0,07%) ke angka 4.142,848 dengan intraday terendah 4.121,034 dan tertinggi 4.159,924. Begitu juga dengan indeks saham unggulan LQ45 yang turun tipis 1,27 poin (0,18%) ke angka 711,942.Berikut ini wawancara lengkapnya:

IHSG hanya melemah tipis 0,07% ke 4.142,8. Bagaimana Anda melihat arahnya Rabu (29/8/2012) ini?

Saya perkirakan, laju IHSG Rabu melanjutkan pelemahan.

Level support dan resistance-nya?

IHSG memiliki support 4.116 dan resistance 4.151.

Bagaimana penjelasannya?

Secara teknikal,IHSG memperlihatkan sinyal bearish--baru sinyal dan bukan bearish sungguhan. Dari sisi ini, pasar dalam fase konsolidasi tapi mengarah ke area bearish. Jika indeks lebih rendah dari support 4.116, baru menunjukkan fase bearish yang sesungguhnya.

Sinyal bearish tampak dari indikator Moving Average Convergence-Divergence (MACD). Begitu juga dengan indikator stochastic yang menunjukkan pergerakan down trend. Dari sisi volume transaksi, juga terlihat indeks berada dalam tekanan negatif.

Bagaimana dengan sentimen fundamental?

Pada saat yang sama,pelaku pasar belum seluruhnya kembali ke bursa. Apalagi, pasar juga masih menunggu hasil dari sidang tahunan The Fed di Jackson Hole Symposium pada Jumat (31/8/2012). Dari eksternal, hanya The Fed yang jadi fokus pasar. Sementara itu, dari dalam negeri masih minim sentimen.

Saham-saham pilihan Anda?

Itu sebenarnya jatuh pada semua sektor saham yang masih berada dalam tren naik kecuali saham-saham di sektor pertambangan, perkebunan, dan properti yang sedang dalam tren turun. Saham-saham yang dalam tren naik dan paling diunggulkan adalah saham-saham di sektor consumer goods dan aneka industri. Tapi, masih ada enam sektor saham yang masih dalam tren naik.

Ada spesifik saham yang layak trading?

Secara spesifik,saya rekomendasikan positif saham PT Multi Prima Sejahtera (LPIN) yang masih berada dalam tren naik selama berada di atas Rp4.025. Begitu juga dengan PT Indocement Tunggal Prakasa (INTP) yang masih berada dalam tren naik selama berada di atas Rp20.250.

Lalu, PT Garda Tujuh Buana (GTBO) yang masih berada dalam tren naik selama berada di atas Rp5.450. PT Entertainment International (SMMT) yang masih berada dalam tren naik selama berada di atas Rp2.325. Saya rekomendasikan trading buy saham-saham tersebut.

Bagaimana dengan saham BUMI yang sudah turun ke bawah Rp1.000 ke level Rp760?

Untuk saham PT Bumi Resources (BUMI) mendapat rekomendasispeculative buy di Rp720 yang merupakan support kuatnya. Saham sejuta umat ini,mengalami penurunan seiring kinerja keuangan yang terus merosot.Tapi, kemarin, saham ini sudah oversold sehingga ada potensi pembalikan arah menguat. Jadi, tinggal menunggu waktu penguatan BUMI.

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
Keputusan bertransaksi mengacu pada rekomendasi saham di INILAH.COM sepenuhnya merupakan tanggung jawab pembaca. Sementara analis maupun perusahaan pialang yang membuat rekomendasi saham juga tidak ikut bertanggung jawab.