Minggu, 19 Mei 2013 | 02:13 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Stimulus The Fed Bakal Ditunda, Pasar Kecewa
Headline
inilah.com/Wirasatria
Oleh: Ahmad Munjin
pasarmodal - Selasa, 28 Agustus 2012 | 18:55 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta – IHSG dan rupiah kompak melemah. Pasar kecewa atas rumor bakal ditundanya pengguliran stimulus The Fed seiring penantian data tenaga kerja AS.

Analis senior Monex Investindo Futures Albertus Christian mengatakan, pelemahan rupiah hari ini seiring sentimen negatif setelah beredar rumor bahwa akhir pekan ini Gubernur The Fed Ben Bernanke tidak jadi mengambil keputusan untuk menggelontorkan Quantitative Easing (QE) tahap ketiga. Sebab, The Fed masih perlu menunggu data tenaga kerja AS bulan Agustus yang baru akan dirilis pada 1 September 2012.

Karena itu, lanjut Christian, ada kemungkinan penundaan stimulus sehingga mengecewakan para investor. "Karena itu, sepanjang perdagangan, rupiah mencapai level terlemahnya 9.551 setelah mencapai level terkuatnya 9.525 dari posisi pembukaan 9.528 per dolar AS,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Selasa (28/8/2012).

Kurs rupiah terhadap dolar AS pada kontrak harga emas di London, Selasa (28/8/2012) ditutup melemah 15 poin (0,15%) ke angka 9.544/9.555 dari posisi kemarin 9.529/9.539.

Sebab, dia menegaskan, pada akhirnya investor berlindung ke aset-aset safe haven terutama dolar AS. "Dolar AS masih menguat terhadap rupiah meskipun dolar AS melemah terhadap euro," tuturnya.

Saat ini, dia menambahkan, pasar bergerak tidak menentu seiring minimnya data ekonomi yang dirilis untuk menggerakkan market sekaligus terdapat divergensi sentimen antara mata uang Eropa dengan mata uang di emerging market. "Khususnya di Asia tampak terjadi arus capital outflow cukup besar," papar dia.

Di Indonesia, lanjut dia, setelah terjadi lima hari berturut-turut net buy asing, hari ini berbalik menjadi net sell. Penguatan euro di Eropa seiring adanya optimisme dalam waktu dekat Gubenur European Central Bank (ECB) Mario Draghi akan mengumumkan untuk meredam lonjakan yield obligasi Italia dan Spanyol sehingga spread-nya mengkerut jika dibandingkan dengan yield obligasi Jerman.

Dari sisi data-data Eropa tidak terlalu banyak berpengaruh seperti iklim Konsumen Jerman untuk Agustus yang stagnan di level 5,9. "Dari bursa Asia mengalami pelemahan seperti mata uang Filipina, Taiwan, termasuk ringgit Malaysia seiring dengan arus capital outflow terutama yang dilakukan oleh investor asing. Pasar profit taking sambil menunggu arah kebijakan The Fed selanjutnya," ungkap dia.

Alhasil, dolar AS melemah terhadap mayoritas mata uang utama termasuk terhadap euro (mata uang gabungan negara-negara Eropa). Indeks dolar AS turun ke 81,57 dari sebelumnya 81,72. "Terhadap euro, dolar AS ditransaksikan melemah ke US$1,2524 dari sebelumnya US$1,2497 per euro," imbuh Christian.

Dari bursa saham, Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia Satrio Utomo mengatakan, jelang penutupan, posisi IHSG cukup menyeramkan karena indeks justru menguji support di 4.125 sore ini. “Posisi bursa regional sih enggak masalah,” kata dia di Jakarta, Selasa (28/8/2012).

Pada perdagangan Selasa (28/8/2012) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ) ditutup melemah 3,03 poin (0,07%) ke angka 4.142,848.

Menurut dia, tekanan jual pada saham PT Bumi Resources (BUMI), sepertinya memang membuat investor frustasi. “Tekanan jual asing yang relatif kecil, membuat IHSG turun lumayan dalam,” ujarnya.

Karena itu, lanjutnya, kalau melihat posisi IHSG, sepertinya untuk hold posisi masih aman. “Tapi, posisi saya malah jadi kosong karena jemuran saya di PT United Tractor (UNTR), untuk cut loss, hari ini dijemput. Disisi lain, posisi bid saya masih belum ada yang dapat,” papar dia. “IHSG masih di atas suport dan karena itu tidak mungkin harus lari kosongan?”

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
Keputusan bertransaksi mengacu pada rekomendasi saham di INILAH.COM sepenuhnya merupakan tanggung jawab pembaca. Sementara analis maupun perusahaan pialang yang membuat rekomendasi saham juga tidak ikut bertanggung jawab.