INILAH.COM, Jakarta - Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) pada perdagangan Selasa (28/8/2012) melemah cukup tajam hingga 14,6% atau Rp300 ke Rp760.
Volume perdagangan saham BUMI mencapai 740.939 saham senilai Rp289,6 miliar sebanyak 10.382 kali transaksi. Sedangkan top losers hari ini penurunannya tidak terlalu tajam seperti TLKM turun hanya 1,5%, GGRM turun 1,2%, BMRI turun 0,6%, ADRO turun 2,1%.
Pelemahan saham BUMI terus terjadi setelah emiten batu bara ini melaporkan kinerja kuartal kedua tahun 2012. Rugi bersih anggota grup Bakrie ini menjadi US$334,11 juta dari untung US$226,73 juta pada kuartal kedua 2011.
Pendapatan perseroan naik menjadi US$1,94 miliar pada 30 Juni 2012 dari US$1,79 miliar. Namun, beban pokok pendapatan perseroan naik menjadi US$1,39 miliar dari US$1,14 miliar.
Menurut pelaku pasar modal, Irwan Ariston Napitupulu, dengan harga saham BUMI Rp760 maka market cap-nya mebcapai Rp15 triliun. Bila dibandingkan dengan harga saham PT Garda Tujuh Buana Tbk (GTBO) Rp6.000, market cap nya Rp14 triliun.
Kedua emiten batu bara itu memiliki berpedaan yang besar sekali untuk cadangan baru bara. BUMI memiliki cadangan batu bara lebih besar dari GTBO. Tetapi soal kinerja, BUMI merugi lebih dari Rp3 triliun sementara GTBO labanya hampir tembus Rp1 triliun.
"Mungkin para direksi BUMI perlu berguru kepada GTBO bagaimana caranya menjalankan perusahaan batu bara supaya profit besar, bukan rugi besar," katanya menanggapi harga saham BUMI yang turun tajam.