INILAH.COM, Seoul - Bursa saham emerging market ditutup melemah pada perdagangan saham Senin (20/8/2012). Hal itu didorong dari keuntungan harga rumah China sehingga ada kekhawatiran pemerintah akan menunda pelonggaran kebijakan moneter.
Indeks Shanghai Composite turun 0,3%. Indeks Taiwan Taiex turun 0,5%. Sedangkan bursa saham India, Indonesia, Malaysia, dan Filipina ditutup karena liburan. Sementara itu, indeks MSCI emerging market telah menguat 5,9% sepanjang tahun ini dibandingkan dengan kenaikan 9,2% pada MSCI World Indeks dari negara maju.
Saham Soho China Ltd turun 2,8% setelah data menunjukkan harga rumah naik pada sebagian besar kota pada Juli. Saham HTC Corp turun 4,2% setelah membukukan kerugian US$40 juta dari investasi dalam perusahaan sistem game online. Saham Tingyi melonjak 6% di Hongkong setelah mengalahkan prediksi laba.
Adapun sebelas saham turun dari setiap delapan saham naik di indeks MSCI Emerging Markets yang jatuh kurang dari 0,1% menjadi 970.66. Saham Samsung Electronics Co turun 0,95 di bursa saham Seoul. Hal itu dikarenakan Apple Inc melaporkan mereka tidak menunjukkan kemajuan dalam sengketa hak paten. Saham LG Innotek Co menguat 6% didorong penjualan meningkat.
Sentimen ekonomi yang mempengaruhi yaitu People Bank of China tidak merencanakan untuk memotong cadangan untuk rasio pemberi pinjaman dalam jangka pendek. "Data China menunjukkan betapa rumit untuk meransang pertumbuhan sambil secara bersamaa meredam spekulasi di pasar properti," ujar John Woods, Hong Kong based Chief Asian Strategist Citigroup Inc, seperti dikutip dari Bloomberg, Senin (20/8/2012).
Selain itu, Thailand menurunkan target pertumbuhan ekonomi hari ini. Produk Domestik Bruto (PDB) Thailan diprediksikan akan naik dari 5,5% menjadi 6% dibandingkan kisaran pertumbuhan sebelumnya sebesar 5,5% menjadi 6,5%. Sementara itu, pesanan ekspor Taiwan turun 2,98% pada Juli setelah jatuh 2,62% pada Juni.