Kamis, 20 Juni 2013 | 05:50 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Inilah 5 IPO yang Menggoyang Industri Teknologi AS
Headline
ist
Oleh:
pasarmodal - Minggu, 19 Agustus 2012 | 19:08 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta – Beberapa penawaran saham umum perdana (IPO) kerap memicu harapan tinggi investor karena iming-imingnya. Ketika ekspektasi tidak bertemu dengan kenyataan, harga saham pun anjlok.

Lihat saja lima perusahaan teknologi AS yang melantai sejak 2011. Kelima emiten ini tercatat telah mengguncang pasar saham AS saat kemunculannya. Terutama karena harga batas atas yang ditawarkan untuk saham perdananya. Sementara kondisi fundamental perusahaan belum mapan. Alhasil, ketika masa lock up usai, sejumlah besar saham membanjir. Harga pun terpaksa meluncur.

Adapun lockup adalah periode dimana sebuah investasi tidak bisa dijual. Dalam kasus IPO, ini adalah kesepakatan antara orang dalam perusahaan dan bank investasi yang menjadi penjamin (underwriter) IPO, yang membatasi transaksi dalam kepemilikan saham mereka untuk jangka waktu tertentu, biasanya enam bulan sampai satu tahun. Kesepaktan lock up harus diungkapkan dalam pengajuan pendaftaran dan diikat dengan hukum.

Lalu, apa saja kelima perusahaan teknologi AS tersebut?

1. Facebook

Raksasa jaringan sosial ini go public dengan janji besar pada 18 Mei, menjual lebih dari 421 juta saham dengan harga US$ 38, level tertinggi dari kisaran yang diharapkan. Tetapi penawaran tersebut gagal lepas landas, dengan perdagangan awal dirusak oleh masalah teknis di Nasdaq. Selain kekhawatiran tentang penurunan prediksi finansial oleh penjamin kesepakatan yang tidak berbagi dengan semua investor.

Investor juga prihatin dengan sejumlah besar saham yang akan muncul di pasar sebelum akhir tahun, setelah berakhirnya perjanjian lockup pasca IPO. Lebih dari 270 juta saham tersedia pekan ini, dengan 1,3 miliar saham diharapkan sebelum akhir tahun. Saham Facebook telah turun hampir 48% dari harga IPO mereka.

2. Zynga

Pembuat game sosial populer seperti "Farmville" dan "CityVille" go public pada 16 Desember dengan harga US$ 10, level puncak kisaran yang diharapkan antara US$ 8,50 - US$ 10. Sementara 100 juta saham yang dijual dalam penawaran, sebanyak 325 juta saham menjadi tersedia pada berakhirnya lockup pasca IPO pada 29 Mei.

Angka ini tidak termasuk hampir 43 juta saham yang dijual dalam penawaran sekunder kontroversial pada Maret yang memperbolehkan beberapa orang dalam untuk menguangkan US$ 12, sekitar empat kali nilai pasar saham saat ini.

3. LinkedIn

Perusahaan yang kerap disebut "jaringan sosial profesional" ini menjadi pemicu awalnya, go public pada Mei 2011 di US$ 45, level tertinggi dari kisaran harga yang diperkirakan, namun sekarang telah naik sejak lebih dari dua kali lipat nilai tersebut.

Sebuah penawaran sekunder pada pertengahan November dengan 8 juta saham di level US$ 71. Saham LNKD terpukul November lalu menjelang berakhirnya lockup, tetapi melonjak lebih dari 70% terhadap nilai, atas kinerja keuangan yang kuat dariperusahaan.

4. Groupon

Perusahaan penawaran harian ini memulai debutnya di US$ 20 per saham pada 4 November 2011, angka yang di atas ekspektasi. Groupon gagal menahan level tersebut, dan saham jatuh ke US$ 16 sebelum akhir bulan.

Penurunan terus terjadi menjelang berakhirnya lockup yang membebaskan sekitar 600 juta saham pada awal Juni, tetapi sebagian besar aksi jual mengacu pada kinerja keuangan perusahaan yang mengecewakan. Groupon sekarang diperdagangkan kurang dari seperempat harga IPO.

5. Yelp

Situs review online ini memberikan harga penawaran umum perdana sebesar 7,1 juta saham pada US$ 15 per saham pada 1 Maret, di atas kisaran yang diharapkan. Saham Yelp melonjak ke kisaran US$ 20 pada hari pertama, dan sebagian besar telah berhasil menahan tingkat itu melalui beberapa volatilitas.

Perjanjian lockup berakhir pada 29 Agustus pada di sekitas 35,8 juta saham, menurut pengajuan IPO perusahaan. [Ast]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
Keputusan bertransaksi mengacu pada rekomendasi saham di INILAH.COM sepenuhnya merupakan tanggung jawab pembaca. Sementara analis maupun perusahaan pialang yang membuat rekomendasi saham juga tidak ikut bertanggung jawab.