INILAH.COM, Jakara - Rencana pembangunan pembangkit listrik berkapasitas 2x20 Mega Watt oleh PT Berau Coal Tbk (BRAU) diperkirakan dapat meningkatkan margin laba perseroan ke depan.
Demikian mengutip hasil riset E Trading Securities, Kamis (16/8/2012). Proyek tersebut akan dibangun pada November tahun ini di lokasi penambangan Binungan, Kaltim. Perseroan menggelontorkan dana hingga US$280 juta atau mendekati Rp2,6 triliun.
Dengan pembangunan proyek tersebut maka akan mengurangi biaya operasi sehingga meningkatkan margin laba. Proyek lain yang digarap adalah overland converyor belt di sepanjang 43 kilometer. Meskipun proyek padat modal, bagi BRAU tidak menjadi masalah dengan ketersediaan dana berupa saldo kas mencapai US$520 juta per semester I 2012.
Pada kuartal pertama 2012, perseroan mencatatnakn keaikan penjualan 8,9% menjadi US$368,56 juta. Meskipun laba bersih turun menjadi US$17,3 juta karena naiknya beban pokok penjualan hingga US$243,49 juta pada kuartal pertama 2012 dari US$205,05 juta periode sama tahun sebelumnya.