Minggu, 19 Mei 2013 | 17:17 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Bangun Pembangkit, Margin Laba BRAU Bisa Naik
Headline
inilah.com
Oleh: Wahid Ma'ruf
pasarmodal - Sabtu, 18 Agustus 2012 | 13:09 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakara - Rencana pembangunan pembangkit listrik berkapasitas 2x20 Mega Watt oleh PT Berau Coal Tbk (BRAU) diperkirakan dapat meningkatkan margin laba perseroan ke depan.

Demikian mengutip hasil riset E Trading Securities, Kamis (16/8/2012). Proyek tersebut akan dibangun pada November tahun ini di lokasi penambangan Binungan, Kaltim. Perseroan menggelontorkan dana hingga US$280 juta atau mendekati Rp2,6 triliun.

Dengan pembangunan proyek tersebut maka akan mengurangi biaya operasi sehingga meningkatkan margin laba. Proyek lain yang digarap adalah overland converyor belt di sepanjang 43 kilometer. Meskipun proyek padat modal, bagi BRAU tidak menjadi masalah dengan ketersediaan dana berupa saldo kas mencapai US$520 juta per semester I 2012.

Pada kuartal pertama 2012, perseroan mencatatnakn keaikan penjualan 8,9% menjadi US$368,56 juta. Meskipun laba bersih turun menjadi US$17,3 juta karena naiknya beban pokok penjualan hingga US$243,49 juta pada kuartal pertama 2012 dari US$205,05 juta periode sama tahun sebelumnya.

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
Keputusan bertransaksi mengacu pada rekomendasi saham di INILAH.COM sepenuhnya merupakan tanggung jawab pembaca. Sementara analis maupun perusahaan pialang yang membuat rekomendasi saham juga tidak ikut bertanggung jawab.