INILAH.COM, Jakarta – Dalam sepekan ke depan, IHSG diprediksi konsolidasi. Pilih saham-saham grup Astra, bank dan konstruksi. Hindari sektor perkebunan, properti, dan grup Bakrie. Mengapa?
Pada perdagangan Jumat (10/8/2012) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG
) ditutup menguat 10,39 poin (0,25%) ke posisi 4.141,564 dengan intraday tertinggi 4.150,006 dan terendah 4.118,162. Begitu juga dengan indeks saham unggulan LQ45
yang naik 3,51 poin (0,49%) ke angka 713,486.
Technical analyst dari Jsxpro.com Tommy Yu mengatakan, IHSG pada Jumat (17/8/2012) ditutup menguat 0,25% ke level 4.141,56 dengan value transaksi relatif kecil sebesar Rp3,6 triliun. “Dari sisi tren, bila diperhatikan 10 candle terakhir, IHSG berkonsolidasi dalam range 4.085-4.145,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, akhir pekan lalu.
Tommy memperkirakan, pergerakan konsolidasi, berlanjut sampai libur panjang Idul Fitri. “Antusiasme dari pelaku pasar juga akan diperkirakan menurun dan volume transaksi juga menurun. Hal ini wajar dan biasa selalu terulang menjelang libur panjang,” ujarnya.
Namun, kata dia, bila ditarik dalam time horizon yang lebih panjang dari bulan Juni, index membentuk trend naik yang cukup baik. “Kondisi indeks saya melihat masih aman, dengan uptrend yang terjaga dengan baik sejak Juni 2012,” paparnya.
Menurutnya, support terdekat IHSG berada pada level 4.085 dan support berikutnya adalah pada area 3.950-3.970. “Resistance terdekat pada level 4.145 dan resistance berikutnya pada area 4.210-4.230,” ucap Tommy.
Dia memperkirakan, IHSG dalam sepekan ke depan melanjutkan konsolidasinya (sideways). “Dan akan break menembus level resisten 4.145 setelah lebaran, dan melanjutkan kenaikan sampai target di resistance kedua di 4.210-4.230 pada akhir Agustus,” ungkap dia.
Di atas semua itu, Tommy merekomendasikan, bagi traders biasa menjelang libur panjang mengurangi posisi atau memilih untuk memegang cash 100%. “Bagi investor bisa dipertimbangkan untuk mengambil posisi saham yang telah break shorterm downtrend-nya atau saham dengan uptrend kuat seperti saham-saham di group Astra PT United Tractor (UNTR) dan PT Astra Internasional (ASII).
Saham pilihan di sektor keuangan: PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI), PT Bank Mandiri (BMRI), PT Bank Central Asia (BBCA). Di sektor konstruksi, PT Wijaya Karya (WIKA), PT Pembangunan Perumahan (PTPP). “Hindari saham–saham sektor Crude Palm Oil (CPO), sektor properti, dan grup Bakrie,” imbuhnya.