INILAH.COM, Jakarta – IHSG berhasil mendarat di teritori positif meski bursa saham regional memberikan sinyal negatif akhir pekan ini. Investor asing yang bernafsu besar belanja saham jadi katalisnya.
Pada perdagangan Jumat (10/8/2012) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG
) mampu naik 10,3 poin atau 0,2% ke4.141,56. Investor asing mengalami net buy Rp668,8 miliar.
Volume perdagangan mencapai 4,9 miliar saham senilai Rp3,6 triliun. Sebanyak 100 saham menguat, 153 saham melemah dan 107 saham stagnan. Jelang lebaran, indeks bergerak volatile karena transaksinya yang sepi. Level terendah hari ini di 4.118 dan tertinggi di 4.133.
Indeks JII naik 0,4%, Indeks saham unggulan LQ45 ^JKLQ45 naik 0,4%, indeks ISSI naik 0,4% dan IDX30 naik 0,5%. penguatan dipimpin saham properti 0,8% disusul saham sektor aneka industri 0,6%. Namun saham sektro perkebunan turun 1,1% dan sektor pertambangan turun 0,2%.
Bursa Asia mayoritas melemah seperti indeks Hang Seng turun 1%, indeks Nikkei turun 0,9%, indeks STI naik 0,02%, indeks Shanghai turun 0,2%, indeks Kospi naik 0,3%, dan indeks SX turun 0,7%.
Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia Satrio Utomo mengatakan, investor asing terlihat masih bernafsu besar untuk belanja saham. Karena itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG
) menguat 10,39 poin (0,25%) ke angka 4.141,564.
“Masalahnya, bursa regionalnya membuat signal negatif setelah indeks Hang Seng gagal ditutup di atas suport,” kata dia di Jakarta, Jumat (10/8/2012).
Dalam kondisi seperti ini, Satrio hanya berusaha untuk buy back posisi yang tadi sempat diayun. Beli di harga suport. “Dapat syukur, enggak dapet kita lihat Senin (13/8/2012),” ujarnya.
Satu hal, Satrio menggarisbawahi, kalau mau jualan saham, jangan jualan semua. “Kalau posisi bersih, nanti malah menyesal kalau di akhir minggu ini, China bikin paket stimulus lagi,” ungkap Satrio mewanti-wanti.