INILAH.COM, Jakarta – Penguatan indeks di awal sesi, tidak mampu dipertahankan.IHSG terpaksa lengser, kendati koerksi tertahan pembelian selektif saham unggulan.
Pada perdagangan Jumat (10/8/2012) sesi pertama, IHSG ditutup melemah 5,414 poin (0,13%) ke level 4.125,756. Sementara indeks saham unggulan LQ45 masih menguat 0,49 poin (0,07%) ke level 710,464.
Perdagangan di Bursa Efek Indonesia didukung volume transaksi sebesar 6,521 juta lot saham senilai Rp 1,748 triliun dan frekuensi 53.145 kali. Sebanyak 70 saham naik, sisanya 155 saham turun, dan 96 saham stagnan.
Hampir semua sektor melemah, kecuali sektor industri dasar dan manufaktur. Adapun sektor tambang memimpin koreksi sebesar 0,6%. Disusul perdagangan 0,5% serta perkebunan dan konsumen sebesar 0,3%.
Kendati melemah, asing terlihat masih melakukan pembelian terhadap saham unggulan, dengan nilai transaksi beli bersih (net foreign buy) tercatat sebesar Rp218 miliar. Rinciannya adalah transaksi beli sebesar Rp701 miliar dan transaksi jual mencapai Rp482 miliar.
Koreksi ini sudah diperkirakan beberapa analis sebelumnya. Seperti Andalan Artha Advisindo (AAA) Sekuritas yang mengatakan, indeks akhir pekan ini rawan profit taking, “Hal ini karena penguatan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir,”ujarnya.
Pelemahan IHSG tak lepas dari sentimen negatif dari regional seperti indeks Nikkei di Jepang yang tertekan rilis kinerja beberapa perusahaan yang kurang memuaskan. Hal ini juga diperburuk dengan kondisi bursa AS yang selama dua hari berturut-turut ditutup mixed yakni indeks Dow Jones melemah 0,1%, S&P naik 0,04% dan Nasdaq naik 0,3%.
Beberapa emiten yang melemah antara lain Surya Toto (TOTO) turun Rp 850 ke Rp 7.300, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 700 ke Rp 50.550, United Tractor (UNTR) turun Rp 200 ke Rp 22.100, dan Indo Kordsa (BRAM) turun Rp 150 ke Rp 2.750.
Sedangkan emiten-emiten lain yang menguat antara lain Goodyear (GDYR) naik Rp 600 ke Rp 12.200, Indocement (INTP) naik Rp 350 ke Rp 20.300, Holcim (SMCB) naik Rp 125 ke Rp 2.750, dan Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 100 ke Rp 37.350. [ast]