INILAH.COM, Jakarta – IHSG hari ini masih berpeluang melanjutkan kenaikan, meski terbatas. Apa saham pilihan analis?
Edwin Sebayang, analis dari MNC Securities mengatakan, bursa Indonesia diperkirakan akan berjalan sepi dan cenderung stagnan, seiring semakin dekatnya liburan panjang Lebaran. “Namun, untuk hari ini, IHSG masih berpeluang bergerak di kisaran 4.065 – 4.117,”ujarnya kepada INILAH.COM.
Menurutnya, Wall Street dan Bursa Utama Eropa mulai kehabisan tenaga untuk mendorong IHSG terus menguat. Apalagi terfaktorkannya ECB dan The Fed yang akan mengeluarkan paket stimulus baru, mulai disusul berita negatif seperti Spanyol, Italia dan Irlandia didowngrade oleh pemeringkat DBRS dan naiknya yield obligasi Spanyol tenor 10 tahun ke atas 7%.
Namun, jika data dari China Industrial Output Juli yang diperkirakan tumbuh 9,8% YoY dan Fixed Asset Investment Juli diperkirakan tumbuh menjadi 20,5, serta inflasi yang diperkirakan turun terendah selama 30 bulan terakhir ke level 1.7% dibandingkan 2.2% pada Juni, maka hal ini akan mendorong Bank Sentral meluncurkan kebijakan moneter baru yang positif untuk bursa Asia, sehingga bisa membawa angin segar untuk IHSG.
Adapun Dow Jones kembali menguat di hari keempat, dengan naik 7,04 poin (0,04%) diiringi turunnya The CBOE Volatility Index sebesar 4.19% ditutup pada level 15.32. Hal ini didorong harapan adanya stimulus baru dari ECB dan The Fed serta data produktifitas di kuartal dua 2012 yang lebih besar dari prediksi awal.
Namun, dalam perjalanan masa penantian September, hanya tinggal sedikit harapan untuk mendorong Pindeks saham ke posisi lebih tinggi setelah indeks naik ke level tertinggi tiga bulan terakhir.
Di tengah situasi ini, Edwin merekomendasikan beberapa emiten, seperti Bank Rakyat Indonesia (BBRI), Bank Central Asia (BBCA), Astra International (ASII), Telekomunikasi (TLKM), Unilever (UNVR), United Tractor (UNTR), AKR Corporindo (AKRA), TB Bukit Asam (PTBA), Harum Energy (HRUM), Indomobil (IMAS), Ciputra Development (CTRA), Alam Sutera Realty (ASRI), Summarecon (SMRA), Supra Boga Lestari (RANC) dan Astra Agro Lestari (AALI),”Rekomendasi beli untuk emiten-emiten tersebut,”ujarnya. [ast]