Sabtu, 18 Mei 2013 | 15:25 WIB
Follow Us: Facebook twitter
PDB Inggris Direvisi, Aksi Alih Risiko Menguat
Headline
inilah.com
Oleh: Ahmad Munjin
pasarmodal - Rabu, 8 Agustus 2012 | 19:06 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta – IHSG menguat tipis tapi rupiah sebaliknya. Sentimen berbalik negatif setelah proyeksi pertumbuhan ekonomi Inggris direvisi turun yang jadi pertanda suramnya ekonomi global.

Analis senior Monex Investindo Futures Albertus Christian mengatakan, sentimen berbalik negatif setelah dilaporkan revisi proyeksi pertumbuhan ekonomi Inggris oleh Bank of England (BoE). BoE menyatakan, pertumbuhan ekonomi Inggris tidak dapat melampaui level sebelum krisis paling tidak hingga 2014.

Menurutnya, laporan dari Bank Sentral Inggris ini memberikan gambaran bahwa laju pertumbuhan global masih cukup suram untuk periode yang lebih lama dibandingkan ekspektasi sebelumnya. "Karena itu, sepanjang perdagangan rupiah mencapai level terlemahnya 9.486 setelah mencapai level terlemahnya 9.463 dari posisi pembukaan 9.465 per dolar AS,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Rabu (8/8/2012).

Kurs rupiah terhadap dolar AS pada kontrak harga emas di London, Rabu (8/8/2012) ditutup melemah 7 poin (0,073%) ke 9.474/9.484 dari posisi kemarin 9.467/9.477.

Pasalnya, kata dia, di pasar otomatis terjadi sentimen pengalihan risiko (risk aversion) yang menopang penguatan dolar AS terhadap berbagai mata uang berisiko. "Tapi, pelemahan rupiah tertahan setelah ada pernyataan dari salah satu pejabat The Fed," ujarnya.

Pernyataan itu menunjukkan sinyal bahwa bank sentral AS itu seharusnya menggelontorkan stimulus yang agresif atau quantitatif easing hingga setidaknya tingkat pengangguran AS kembali berhasil turun. Komentar itu datang setelah tingkat pengangguran AS naik ke level 8,3% dari sebelumnya 8,2%.

Bahkan, kata dia, rupiah bisa kembali pulih jika semakin banyak dari anggota The Fed yang menekankan pentingnya stimulus. "Selain itu, pelemahan rupiah juga tertahan oleh intervensi dari Bank Indonesia saat rupiah mendekati area 9.495. Karena itu, level terlemah hari ini tertahan di 9.486," imbuh dia.

Alhasil, dolar AS menguat terhadap mayoritas mata uang utama termasuk terhadap euro (mata uang gabungan negara-negara Eropa). Indeks dolar AS menguat 0,19% ke 82,39 dari sebelumnya 82,28. "Terhadap euro, dolar AS ditransaksikan menguat ke US$1,2364 dari sebelumnya US$1,2397 per euro," imbuh Christian.

Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia Satrio Utomo mengatakan, kalau dilihat indeks Kospi dan Nikkei, sudah bergerak ke mana-mana. “Masalahnya kedua indeks itu bukan patokan saya. Patokan saya Hang Seng yang hingga sore hari ini, tidak memberikan signal apa-apa,” kata dia di Jakarta, Rabu (8/8/2012).

Hanya saja, paling tidak, dengan IHSG yang hanya menguat tipis 5,129 poin (0,13%) ke angka 4.090,709 masih aman untuk posisi beli simpan. “Beberapa saham, memang sudah mulai terlihat bakal tutup di bawah low sehari sebelumnya. Tapi kejadian ini, sebenarnya sudah berlangsung sejak kemarin,” timpalnya.

Karena itu, minimal, untuk besok, support dan resistance IHSG bakal lebih dekat lagi. “Jadi kalau mau cari break out, jadi lebih gampang,” imbuhnya.

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
Keputusan bertransaksi mengacu pada rekomendasi saham di INILAH.COM sepenuhnya merupakan tanggung jawab pembaca. Sementara analis maupun perusahaan pialang yang membuat rekomendasi saham juga tidak ikut bertanggung jawab.