Kamis, 23 Mei 2013 | 16:51 WIB
Follow Us: Facebook twitter
JSMR Beli 18,14% Saham Trans Lingkar Milik Waskita
Headline
Istimewa
Oleh: Agustina Melani
pasarmodal - Rabu, 8 Agustus 2012 | 10:24 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta - PT Jasa Marga Tbk (JSMR) telah melakukan pembelian saham PT Trans Lingkar Kita Jaya yang dimiliki PT Waskita Karya (Persero) sebesar 18,14% atau setara 76.208 lembar saham senilai Rp117,19 miliar.

Demikian dikutip dari keterangan yang diterbitkan Rabu (8/8/2012). Perseroan membeli saham milik Waksita tersebut untuk meningkatkan kepemilikan jumlah ruas dan panjang jalan tol.

Selain itu, perseroan ingin mengembangkan jalan tol baru yang terkoneksi dengan jalan tol yang sudah beroperasi, sehingga berintegrasi saling meningkatkan traffic, baik jalan tol eksisting maupun jalan tol ruas baru.

Perseroan juga akan meningkatkan sistem pengoperasian dan layanan yang terintegrasi dan meningkatkan sistem pengoperasian dan layanan yang terintegrasi.

Adapun PT Translingkar Kita Jaya merupakan konsorsium dari empat perusahaan di Indonesia antara lain PT Transindo Karya Investama yang merupakan anak usaha kelompok Kompas Gramedia, Waskita, JLJ dan PT Kopnatel Jaya yang memenangkan tender pembangunan dan pengelolaan jalan tol ruas Cinere-Jagorawi dari Pemerintah. [ast]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
Keputusan bertransaksi mengacu pada rekomendasi saham di INILAH.COM sepenuhnya merupakan tanggung jawab pembaca. Sementara analis maupun perusahaan pialang yang membuat rekomendasi saham juga tidak ikut bertanggung jawab.