Rabu, 22 Oktober 2014 | 01:21 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Kasus Emiten Bermasalah Diteruskan ke OJK
Headline
inilah.com
Oleh: Agustina Melani
pasarmodal - Selasa, 7 Agustus 2012 | 21:42 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta - Otoritas pasar modal diharapkan dapat menyelesaikan kasus-kasus pasar modal yang sedang terjadi sebelum masa peralihan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 2013.

"Kasus-kasus yang sedang berjalan akan terus dilanjutkan ke OJK. Memang sebaiknya kasus-kasus tersebut diselesaikan agar tidak terlalu banyak di OJK," ujar Anggota Dewan Komisioner OJK Nurhaida, Senin (7/8/2012).

Kelanjutan rencana penawaran umum saham perdana beberapa calon emiten pada semester kedua juga menjadi prioritas OJK di bidang pasar modal. "IPO pada semester kedua tersebut juga terus dilanjutkan," kata Nurhaida.

Adapun emiten-emiten yang sedang bermasalah antara lain PT Katarina Utama Tbk (RINA) dan PT Davomas Abadi Tbk (DAVO). PT Katarina Utama Tbk masih menjadi objek pemeriksanaan terkait dengan penyelewangan dana penawaran umum saham perdana pada Juli 2009 senilai Rp30, 9 miliar.

Selain itu, otoritas bursa pun telah melakukan suspensi terhadap saham DAVO. Hal itu dikarenakan perseroan belum memberikan laporan keuangan 2011 dan belum membayar denda. Davomas juga gagal membayarkupon obligasi senilai US$3,56 miliar.

Nurhaida mengatakan, pihaknya akan menangani pengawasan dengan kegiatan di pasar modal seperti rights issue dan aksi korporasi lainnya. Sementara kalau izin usaha berada di sektor industri masing-masing. Selain itu, pihaknya juga tidak hanya mengawasi soal pelanggaran emiten di pasar modal tetapi menyangkut kerugian terhadap investor. "Di OJK kami juga memiliki anggota yang membidangi edukasi dan perlindungan konsumen," kata Nurhaida.

Terkait pembentukan Investor Protection Fund (IPF), Nurhaida menuturkan, pihaknya mengharapkan pembentukan IPF dapat selesai pada akhir tahun 2012. Dengan pembentukan IPF juga dapat berkoordinasi dengan OJK. "IPF itu yang disediakan dengan industri tetapi koordinasi bisa dengan OJK," tegas Nurhaida. [tjs]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
1 Komentar
urai imamuddin
Rabu, 8 Agustus 2012 | 12:15 WIB
penggalangan dana masyarakat didunia maya yg dilakukan oleh perusahaan asing (katanya), apakah termasuk kewenangan OJK mnertibkannya?trims atas jawabnnya..
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER
Keputusan bertransaksi mengacu pada rekomendasi saham di INILAH.COM sepenuhnya merupakan tanggung jawab pembaca. Sementara analis maupun perusahaan pialang yang membuat rekomendasi saham juga tidak ikut bertanggung jawab.