INILAH.COM, Jakarta - Kurs rupiah terhadap dolar AS di pasar spot valas antarbank Jakarta, Rabu (8/8/2012) diprediksi melemah. Pasar masih bingung atas kemungkinan ECB mengintervensi pasar obligasi.
Analis senior Monex Investindo Futures Zulfirman Basir mengatakan, potensi pelemahan rupiah hari ini salah satunya dipicu oleh pasar masih bingung atas European Central Bank (ECB) untuk bisa mengintervensi obligasi di pasar sekunder. Meski bulan depan ECB mengumumkan pembelian obligasi, tapi tanpa restu dari Jerman, bank sentral Eropa itu akan kesulitan.
Firman menegaskan, Bank Sentral Jerman masih menentang program pembelian obligasi ECB. Pada saat yang sama, beberapa anggora parlemen Jerman juga masih mengutarakan kecemasannya jika ECB melakukan pembelian obligasi di pasar sekunder. "Karena itu, rupiah cenderung melemah terbatas dalam kisaran 9.450 hingga 9.480 per dolar AS,” katanya kepada INILAH.COM.
Karena itu juga, menurutnya, selama Jerman setengah hati, program tersebut belum tentu bisa efektif meredam gejolak krisis utang lebih lanjut. "Meskipun Kanselir Jerman Angela Merkel dan menteri keuangannya sudah memberikan isyarat bahwa ECB boleh membeli obligasi," ujarnya.
Masalahnya, kata Firman, kekuasaan di Jerman berada di Parlemen bukan pada Kanselir. "Tanpa dukungan mutlak dari parlemen, sulit terwujud meski kanselir setuju," paparnya.
Namun demikian, Firman melihat, di awal sesi rupiah berpeluang menguat karena masih ditopang oleh ekspektasi positif atas data kredit perumahan Australia yang akan dirilis pagi ini. Angkanya sudah diprediksi naik jadi 2% pada Juli 2012 dari sebelumnya -1,2%.
Tapi, penguatan rupiah kemungkinan akan kehilangan tenaga jelang sesi London mengingat rilis neraca perdagangan Jerman yang sudah diekspektasikan berkurang. Angkanya diprediksi turun menjadi 14,9 miliar euro untuk Juni dari sebelumnya 15 miliar euro.
Selain itu, pasar juga menanti laporan ekonomi dari Bank of England (BoE) yang akan memberikan estimasi pertumbuhan ekonomi lebih lanjut. "Pasar cemas BoE akan memangkas target PDB-nya," ungkap dia.
Tapi, dia menegaskan, pelemahan rupiah akan terbatas. "Sebab, pasar masih menunggu keputusan BI rate pada Kamis (9/8/2012)," imbuhnya.
Asal tahu saja, kurs rupiah terhadap dolar AS
di pasar spot valas antar bank Jakarta, Selasa (7/8/2012) ditutup melemah 5 poin (0,05%) ke angka 9.460/9.475.