Jumat, 24 Mei 2013 | 20:28 WIB
Follow Us: Facebook twitter
IHSG Tunggu Katalis, Cermati Sembilan Saham
Headline
inilah.com
Oleh: Ahmad Munjin
pasarmodal - Senin, 6 Agustus 2012 | 06:45 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta – Dalam sepekan ke depan, secara teknikal IHSG diprediksi konsolidasi kecuali jika ada sentiment positif yang cukup kuat. Cermati sembilan saham. Apa saja?

Pada perdagangan Jumat (3/8/2012) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ) ditutup menguat 6,70 poin (0,16%) ke angka 4.099,813 dengan intraday tertinggi 4.103,287 dan terendah 4.059,938. Begitu juga dengan indeks saham unggulan LQ45 yang naik 1,65 poin (0,24%) ke angka 703,756.

Managing Research Indosurya Asset Management Reza Priyambada mengatakan, harapan Bank Sentral AS, The Fed dan European Central Bank (ECB) menggulirkan stimulus, tinggallah harapan tanpa ada kepastian akan realisasi program stimulus tersebut. “Pasar kecewa dan melakukan aksi jual,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, akhir pekan lalu.

Kondisi ini, lanjutnya, berimbas secara global dan IHSG pun ikut terkena getahnya. Pada pertengahan pekan, IHSG dilanda aksi jual. “Pelaku pasar memilih untuk keluar sambil menunggu sentimen selanjutnya,” paparnya.

Akhir pekan lalu, kata dia, IHSG bisa mengalami rebound setelah adanya ekspektasi kenaikan data-data ketenagakerjaan di AS dan perkiraan bursa saham AS dan Eropa akan mengalami kenaikan. “Di sisi lain, bursa saham AS dan Eropa pun pada waktu setempat berhasil rebound menutup pelemahan sebelumnya setelah data nonfarm payrolls dan private nonfarm payrolls AS naik di atas perkiraan,” papar dia.

Dalam sepekan ke depan, Reza memperkirakan, IHSG bergerak pada rentang support 4.013-4.056 dan resistance 4.146-4.170. “Terbentuknya doji star di atas middle bollinger band memperlihatkan pergerakan IHSG tidak akan jauh berbeda dengan pekan kemarin yang masih terkonsolidasi,” ujarnya.

Secara teknikal mingguan, lanjutnya, dengan terbentuknya doji star tersebut, akan membuka peluang terkoreksi. Namun, hal ini juga dipengaruhi oleh sentimen yang ada. “Maksudnya ialah, bila sentimen yang ada cukup positif, bisa mematahkan peluang koreksi tersebut dan IHSG masih ada kesempatan untuk melanjutkan kenaikan,” tandas Reza.

Tetapi, dia menggarisbawahi, bila tidak ada sentimen positif yang kuat, IHSG kembali ke zona merah. “IHSG pun masih mencari momentum yang kuat sebagai pijakan untuk mengalami lanjutan kenaikan sehingga membutuhkan dukungan sentimen yang ada di pasar,” timpalnya.

Dari data-data yang ada, akan lebih banyak merilis data-data industri dari beberapa negara. Karena itu, ada kemungkinan bilaangka yang dihasilkan sesuai dengan ekspektasi, diharapkan bisa menutupi sentimen negatif dari pernyataan para petinggi bank sentral global yang tidak kunjung jelas realisasinya.

Dia menegaskan, peluang IHSG untuk rebound pun akan terbuka namun, dengan catatan tidak adanya sentimen negatif dari China yang masih mengekang sektor propertinya. Syarat lain, jika tidak adanya pemangkasan outlook ekonomi dari para lembaga pemeringkat setelah gagalnya para bank sentral dalam memberikan stimulus moneter.

Adapun saham-saham yang dapat diperhatikan antara lain, PT Semen Gresik (SMGR), PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI), PT Bank Central Asia (BBCA), PT Charoen Pokphand Indonesia (CPIN), PT Kalbe Farma (KLBF), PT Astra Internasional (ASII), PT Indo Tambang Raya (ITMG), PT AKR Corporindo (AKRA),dan PT Ciputra Development (CTRA).

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
Keputusan bertransaksi mengacu pada rekomendasi saham di INILAH.COM sepenuhnya merupakan tanggung jawab pembaca. Sementara analis maupun perusahaan pialang yang membuat rekomendasi saham juga tidak ikut bertanggung jawab.