INILAH.COM, Jakarta – Dalam sepekan ke depan, secara teknikal IHSG diprediksi konsolidasi kecuali jika ada sentiment positif yang cukup kuat. Cermati sembilan saham. Apa saja?
Pada perdagangan Jumat (3/8/2012) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG
) ditutup menguat 6,70 poin (0,16%) ke angka 4.099,813 dengan intraday tertinggi 4.103,287 dan terendah 4.059,938. Begitu juga dengan indeks saham unggulan LQ45
yang naik 1,65 poin (0,24%) ke angka 703,756.
Managing Research Indosurya Asset Management Reza Priyambada mengatakan, harapan Bank Sentral AS, The Fed dan European Central Bank (ECB) menggulirkan stimulus, tinggallah harapan tanpa ada kepastian akan realisasi program stimulus tersebut. “Pasar kecewa dan melakukan aksi jual,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, akhir pekan lalu.
Kondisi ini, lanjutnya, berimbas secara global dan IHSG pun ikut terkena getahnya. Pada pertengahan pekan, IHSG dilanda aksi jual. “Pelaku pasar memilih untuk keluar sambil menunggu sentimen selanjutnya,” paparnya.
Akhir pekan lalu, kata dia, IHSG bisa mengalami rebound setelah adanya ekspektasi kenaikan data-data ketenagakerjaan di AS dan perkiraan bursa saham AS dan Eropa akan mengalami kenaikan. “Di sisi lain, bursa saham AS dan Eropa pun pada waktu setempat berhasil rebound menutup pelemahan sebelumnya setelah data nonfarm payrolls dan private nonfarm payrolls AS naik di atas perkiraan,” papar dia.
Dalam sepekan ke depan, Reza memperkirakan, IHSG bergerak pada rentang support 4.013-4.056 dan resistance 4.146-4.170. “Terbentuknya doji star di atas middle bollinger band memperlihatkan pergerakan IHSG tidak akan jauh berbeda dengan pekan kemarin yang masih terkonsolidasi,” ujarnya.
Secara teknikal mingguan, lanjutnya, dengan terbentuknya doji star tersebut, akan membuka peluang terkoreksi. Namun, hal ini juga dipengaruhi oleh sentimen yang ada. “Maksudnya ialah, bila sentimen yang ada cukup positif, bisa mematahkan peluang koreksi tersebut dan IHSG masih ada kesempatan untuk melanjutkan kenaikan,” tandas Reza.
Tetapi, dia menggarisbawahi, bila tidak ada sentimen positif yang kuat, IHSG kembali ke zona merah. “IHSG pun masih mencari momentum yang kuat sebagai pijakan untuk mengalami lanjutan kenaikan sehingga membutuhkan dukungan sentimen yang ada di pasar,” timpalnya.
Dari data-data yang ada, akan lebih banyak merilis data-data industri dari beberapa negara. Karena itu, ada kemungkinan bilaangka yang dihasilkan sesuai dengan ekspektasi, diharapkan bisa menutupi sentimen negatif dari pernyataan para petinggi bank sentral global yang tidak kunjung jelas realisasinya.
Dia menegaskan, peluang IHSG untuk rebound pun akan terbuka namun, dengan catatan tidak adanya sentimen negatif dari China yang masih mengekang sektor propertinya. Syarat lain, jika tidak adanya pemangkasan outlook ekonomi dari para lembaga pemeringkat setelah gagalnya para bank sentral dalam memberikan stimulus moneter.
Adapun saham-saham yang dapat diperhatikan antara lain, PT Semen Gresik (SMGR), PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI), PT Bank Central Asia (BBCA), PT Charoen Pokphand Indonesia (CPIN), PT Kalbe Farma (KLBF), PT Astra Internasional (ASII), PT Indo Tambang Raya (ITMG), PT AKR Corporindo (AKRA),dan PT Ciputra Development (CTRA).