INILAH.COM, New York - Dengan musibah yang menimpa Knight Capital Group Inc maka beberapa broker lain mengicar kliennya yang termasuk kakap.
Knight menguasai para pelaku pasar hingga 56,9% di Wall Street. Dengan kesalahan software yang menyebabkan Knight Capital rugi US$440 juta, klien besar diincar segelintir pesaingnya.
Beberapa pesaing Knight seperti UBS, Citigroup, Goldman Sachs, Cantor Fitzgerald & Co menjadi tertarik untuk terjun ke pasar ritel. Cara kerja Knight selama ini menyalurkan pesanan trading saham secara online dengan bertempur dalam perdagangan dari investor profesional. Kalau di Indonesia lebih dikenal dengan istilah bandar.
Dari data tahun 2010, Securities and Exchange Commission mebemukan delapan broker ritel yang cukup besar. Hampir 100 persen order dari pelanggan mereka diarahkan ke pelaku pasar dan tidak dikirim langsung ke pasar. Perintah yang tidak cocock dikirim ke bursa atau situs trading lainnya.
Sebuah kesalahan teknologi trading telah memaksa Knight Capital menelan kerugian hingga US$440 juta pada perdagangan Rabu (1/8/2012). Akibatnya pada perdagangan Kamis dan Jumat tidak dapat melayani order dari pelanggan. Hal ini membuka pesaing utama Knight mencoba mengambilalih.