Rabu, 19 Juni 2013 | 19:53 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Reza Priyambada
IHSG Masih Dekat Area Jenuh Beli
Headline
Reza Priyambada - inilah.com
Oleh: Ahmad Munjin
pasarmodal - Jumat, 3 Agustus 2012 | 03:00 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta – Laju IHSG Jumat (3/8/2012) diprediksi lanjutkan koreksi jika tidak ada sentimen positif dari European Central Bank (ECB). Sebab, secara teknikal indeks masih dekat area jenuh beli.

Managing Research Indosurya Asset Management Reza Priyambada mengatakan, dari candle yang terbentuk, upaya menahan pelemahan IHSG tampaknya telah gagal sehingga koreksi masih berlanjut. “Bila tidak ada sentimen yang positif yang mampu menahan pelemahan yang ada maka koreksi masih berlanjut mengingat posisi IHSG masih berada dekat dengan area jenuh beli,” katanya kepada INILAH.COM.

Pada perdagangan Kamis (2/8/2012) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ) ditutup melemah 37,35 poin (0,90%) ke angka 4.093,112 dengan intraday terendah 4.082,958 dan tertinggi 4.149,657. Begitu juga dengan indeks saham unggulan LQ45 yang turun 8,39 poin (1,18%) ke posisi 702,104.Berikut ini wawancara lengkapnya:

IHSG melemah 37,35 poin ke 4.093. Apa yang terjadi?

Meskisempat bertengger di zona hijau, IHSG masih terkoreksi seiring bursa saham AS yang tidak menyentuh zona positif. Bursa saham AS menutup perdagangan di zona merah akibat kecewa atas pernyataan The Fed yang kembali tidak menyinggung stimulus terhadap ekonomi.

Pejabat The Fed mengatakan ekonomi AS hanya melambat, berbeda dengan pernyataan pada pertemuan bulan lalu yang menyebutkan naik secara perlahan sehingga dirasa belum perlu memberikan tambahan stimulus.Padahal, pelaku pasar sudah berharap sejak awal pertemuan pada Selasa (31/7/2012)bahwa The Fed akan meluncurkan stimulus.

Jika pada Agustus ini, pasar melihat belum akan digelontorkannya Quantitative Easing (QE)3 maka diperkirakan baru pada pertemuan The Fed bulan September untuk menggulirkan QE3 yang lebih realistis.

Kenapa harus menunggu September?

Hal ini karena pada September, The Fed menunggu untuk melihat perkembangan data non-farm payroll dan pasar tenaga kerja. Jika tidak mengalami perbaikan, kemungkinan akan ada QE.

Bagaimana dengan Eropa?

Mayoritas bursa saham Eropa bergerak positif. Pergerakan dipicu adanya optimisme pelaku pasar jelang pertemuan European Central Bank (ECB)dimana berharap banyak terhadap langkah bank sentral untuk mengambil langkah lebih dalam mendukung pemulihan ekonomi. Pelaku pasar sangat mengharapkan ECB akan meluncurkan program pembelian obligasi di pasar sekunder, terutama untuk obligasi Spanyol dan Italia dengan tujuan menurunkan yield nya.

Sentimen positif ini berhasil menghalau negatifnya data-data manufaktur di beberapa negara di Uni Eropa.Antara lain, data Manufacturing PMI Eropa di level 44 dari sebelumnya 44,1dan Business Confidence Spanyol di level -17 dari sebelumnya -19.

Kalau begitu, bagaimana Anda melihat arah IHSG Jumat (3/8/2012) ini?

Saya perkirakan, pada perdagangan Jumat, IHSG akan berada pada support 4.040-4.070 dan resistance 4.118-4.123. IHSG kembali membentuk pola big spinning namun, cenderung negatif dimana sebelumnya telah membentuk pola hammer.

Posisi candle meninggalkan upper bollinger bands. Moving Average Convergence-Divergence (MACD)melanjutkan penurunannya dengan histogram negatif yang memanjang. The Relative Strength Index (RSI), William's %R, dan Stochastic bergerak turun dari batas atas area overbought.

Dari candle yang terbentuk, upaya menahan pelemahan tampaknya telah gagal sehingga koreksi masih berlanjut. Bila tidak ada sentimen yang positif yang mampu menahan pelemahan yang ada maka koreksi masih berlanjut mengingat posisi IHSG masih berada dekat dengan area jenuh beli.

Saham-saham pilihan Anda?

Adapun saham-saham yang dapat diperhatikan antara lain, PT Salim Ivomas Pratama (SIMP)dengan support Rp1.410-1420, resistance Rp1.450-1.470dengan target harga Rp1.460. Terbentuknya candle dragonfly doji yang menyentuh batas tengah bollinger band memberikan indikasi tekanan jual mulai tertahan. Diharapkan dengan masih besarnya daya beli asing mampu mengangkat harga sahamnya sehingga berpotensi untuk rebound.

PT Semen Gresik (SMGR)dengan support Rp12.050-12.250, resistance Rp12.800-13150, target harga Rp12.550. Terbentuknya negatif big spinning yang didukung dengan pergerakan RSI & Stochastic yang masih bergerak turun memberikan potensi penurunan lebih lanjut. Namun, hal ini bisa dimanfaatkan untuk mengambil di harga bawah.

PT Ciputra Development (CTRA)dengan Rp5.80-590, resistance Rp620-640, target harga Rp630. Terbentuknya bullish harami di batas bawah bollinger band. Begitu pun dengan indikator stochastic yang masih berada di bawah area oversold. Diharapkan membuka peluang untuk bergerak naik.

PT Wijaya Karya (WIKA)dengan support Rp970-990, resistance resistance Rp1.020-1.030, target harga Rp1.030. Terbentuknya white marubozu di batas bawah bollinger band dan didukung oleh indikator stochastic yang tertahan menuju area oversold dan mencoba untuk rebound seharusnya membuka peluang untuk bergerak naik.

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
Keputusan bertransaksi mengacu pada rekomendasi saham di INILAH.COM sepenuhnya merupakan tanggung jawab pembaca. Sementara analis maupun perusahaan pialang yang membuat rekomendasi saham juga tidak ikut bertanggung jawab.