Jumat, 24 Mei 2013 | 08:16 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Indocement Masih Alami Kenaikan Laba Jadi Rp2,1 T
Headline
Inilah.com
Oleh: Wahid Ma'ruf
pasarmodal - Senin, 30 Juli 2012 | 21:16 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta - PT Indocement Tunggal Perkasa Tbk (INTP) meraih laba Rp2,1 triliun dengan pendapatan Rp8,1 triliun pada semester pertama 2012.

Pada periode yang sama 2011, perseroan mencatatkan pendapatan Rp6,3 triliun. Dengan beban pokok pendapatan mencapai 4,4 triliun maka laba kotor mencapai 3,7 juta saham dari Rp3 triliun di periode yang sama 2011. Sebab beban pokok penjualan sebesar Rp3,3 triliun.

Perseroan mencatatkan laba usaha sebesar Rp2,6 triliun dengan beban operasi mencapai Rp4,1 miliar. Pada periode yang sama 2011, laba usaha mencpai Rp2,1 triliun.

Untuk laba sebelum pajak sebesar Rp2,8 triliun dari Rp2,2 triliun. Beban pajak penghasilan yang harus ditanggung perseroan sebesar Rp665,4 miliar sehingga laba bersih mencapai Rp2,1 triliun. Pada periode yang sama 2011, laba bersih sebesar Rp1,7 triliun.

KInerja lain dari perseroan adalah meningkatkan laba per saham Rp588,13 dari Rp468,74 per saham di kuartal pertama 2011. Untuk total aset perseroan menjadi Rp20,8 triliun dari Rp18,1 triliun per 31 Desember 2011.

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
Keputusan bertransaksi mengacu pada rekomendasi saham di INILAH.COM sepenuhnya merupakan tanggung jawab pembaca. Sementara analis maupun perusahaan pialang yang membuat rekomendasi saham juga tidak ikut bertanggung jawab.