INILAH.COM, Jakarta – Mengawali pekan, IHSG menguat 0,37% ke posisi 4.099,121. Investor lokal tampak takut terhadap kemungkinan profit taking. Yang kuat hanya saham semen dan perbankan.
Pada perdagangan Senin (30/7/2012) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG
) ditutup menguat 14,9 poin atau 0,3% ke 4.099,12. Investor asing mengalami net buy hingga Rp738,3 miliar.
Perdagangan hari ini ditutup dengan volume menapai 2,6 miliar saham senilai Rp4,3 triliun. Sebanyak 124 saham melemah, 129 saham menguat dan 89 saham stagnan.
Indeks ISSI naik 0,2%, indeks saham unggulan LQ45
naik 0,4%, Indeks JII naik 0,3% dan IDX30 naik 0,5%. Penguatan didukung saham sektor industri dasar 2,5% disusul saham sektor manufaktur 0,8%. Namun saham infrastruktur memimpin pelemahan hingga 1,1% disusul saham sektor perkebunan turun 0,5%.
Bursa saham Eropa mengalami reli. Indeks FTSE naik 0,4% ke 5.650,59, indeks CAC naik 0,7% ke 3.303,41 dan indeks DAX naik 0,5% ke 6.725,36.
Pernyataan terbaru pejabat Bank Sentral Eropa telah meningkatkan ekspektasi hasil pertemuan Kamis pekan ini akan melanjutkan program pembelian aset terus berlanjut. Bursa Asia menguat seperti indeks Hang Seng naik 1,1%, indeks Nikkei naik 0,8%, indeks STI naik 0,7%, indeks Shanghai turun 0,8%, indeks kospi naik 0,8%, indeks ASX naik 0,8%.
Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia Satrio Utomo mengatakan, pemodal lokal terlihat agak takut akan kemungkinan aksi profit taking. “Dow Jones Futures yang turun semenjak pagi, telah memancing aksi profit taking pada banyak counter,” kata dia di Jakarta, Senin (30/7/2012).
Saham yang kuat,lanjutnya, terlihat hanya terpusat di sektor semen dan perbankan. Investor asingbenar-benar selektif dalam melakukan speculative buy. “Karena itu, saham-saham yang bergerak terlihat hanya saham dimana asing masih berani positioning. Bahkan, pada saham PT Telkom (TLKM), tekanan jual juga terjadi,” paparnya.
Karena itu, dia mengakui, posisinya masih tertahan dalam jumlah seperti kemarin. “Tapi, komposisinya agak berbeda karena saya tadi terpancing untuk mengayun posisi di saham semen. Posisi nambah yang dapat, hanya pada saham TLKM dan JSMR,” ucap dia.
Secara teknikal, kata dia, IHSG sedang berada dalam wave 4. Kalau wave 4 memang flat seperti yang ada digambar, berartiada kesempatan untuk testing 3.975 – 4.000 sekali lagi sebelum IHSG bergerak naik. “Tapi kalau lihat kondisi terakhir, saya juga enggak berani full exit. Saya ikutan trend, kalau ternyata besok supporttembus, minimal saya akan belanja ketika IHSG sudah dibawah 4.000 lagi,” imbuhnya.