Rabu, 22 Mei 2013 | 07:14 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Saham Kuat Terpusat pada Semen dan Bank
Headline
inilah.com/Wirasatria
Oleh: Ahmad Munjin
pasarmodal - Senin, 30 Juli 2012 | 16:07 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta – Mengawali pekan, IHSG menguat 0,37% ke posisi 4.099,121. Investor lokal tampak takut terhadap kemungkinan profit taking. Yang kuat hanya saham semen dan perbankan.

Pada perdagangan Senin (30/7/2012) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ) ditutup menguat 14,9 poin atau 0,3% ke 4.099,12. Investor asing mengalami net buy hingga Rp738,3 miliar.

Perdagangan hari ini ditutup dengan volume menapai 2,6 miliar saham senilai Rp4,3 triliun. Sebanyak 124 saham melemah, 129 saham menguat dan 89 saham stagnan.

Indeks ISSI naik 0,2%, indeks saham unggulan LQ45 naik 0,4%, Indeks JII naik 0,3% dan IDX30 naik 0,5%. Penguatan didukung saham sektor industri dasar 2,5% disusul saham sektor manufaktur 0,8%. Namun saham infrastruktur memimpin pelemahan hingga 1,1% disusul saham sektor perkebunan turun 0,5%.

Bursa saham Eropa mengalami reli. Indeks FTSE naik 0,4% ke 5.650,59, indeks CAC naik 0,7% ke 3.303,41 dan indeks DAX naik 0,5% ke 6.725,36.

Pernyataan terbaru pejabat Bank Sentral Eropa telah meningkatkan ekspektasi hasil pertemuan Kamis pekan ini akan melanjutkan program pembelian aset terus berlanjut. Bursa Asia menguat seperti indeks Hang Seng naik 1,1%, indeks Nikkei naik 0,8%, indeks STI naik 0,7%, indeks Shanghai turun 0,8%, indeks kospi naik 0,8%, indeks ASX naik 0,8%.

Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia Satrio Utomo mengatakan, pemodal lokal terlihat agak takut akan kemungkinan aksi profit taking. “Dow Jones Futures yang turun semenjak pagi, telah memancing aksi profit taking pada banyak counter,” kata dia di Jakarta, Senin (30/7/2012).

Saham yang kuat,lanjutnya, terlihat hanya terpusat di sektor semen dan perbankan. Investor asingbenar-benar selektif dalam melakukan speculative buy. “Karena itu, saham-saham yang bergerak terlihat hanya saham dimana asing masih berani positioning. Bahkan, pada saham PT Telkom (TLKM), tekanan jual juga terjadi,” paparnya.

Karena itu, dia mengakui, posisinya masih tertahan dalam jumlah seperti kemarin. “Tapi, komposisinya agak berbeda karena saya tadi terpancing untuk mengayun posisi di saham semen. Posisi nambah yang dapat, hanya pada saham TLKM dan JSMR,” ucap dia.

Secara teknikal, kata dia, IHSG sedang berada dalam wave 4. Kalau wave 4 memang flat seperti yang ada digambar, berartiada kesempatan untuk testing 3.975 – 4.000 sekali lagi sebelum IHSG bergerak naik. “Tapi kalau lihat kondisi terakhir, saya juga enggak berani full exit. Saya ikutan trend, kalau ternyata besok supporttembus, minimal saya akan belanja ketika IHSG sudah dibawah 4.000 lagi,” imbuhnya.

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
Keputusan bertransaksi mengacu pada rekomendasi saham di INILAH.COM sepenuhnya merupakan tanggung jawab pembaca. Sementara analis maupun perusahaan pialang yang membuat rekomendasi saham juga tidak ikut bertanggung jawab.