Rabu, 19 Juni 2013 | 14:01 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Turun, Laba Timah hanya Capai Rp479 Miliar
Headline
inilah.com
Oleh: Agustina Melani
pasarmodal - Senin, 30 Juli 2012 | 15:46 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta - PT Timah Tbk (TINS) mencatatkan laba periode berjalan turun menjadi Rp479 miliar hingga semester pertama 2012 dari semester pertama 2011 sebesar Rp930 miliar.

Pendapatan perseroan turun menjadi Rp4,13 triliun pada semester pertama 2012 dari semester pertama 2011 sebesar Rp4,83 triliun. Beban pokok produksi perseroan turun menjadi Rp2,91 triliun pada semester pertama 2012 dari semester pertama 2011 sebesar Rp3,46 triliun.

Laba kotor perseroan turun menjadi Rp790 miliar hingga semester pertama 2012 dari semester pertama 2011 sebesar Rp1,25 triliun. Laba usaha turun menjadi Rp481 miliar hingga semester pertama 2012 dari semester pertama 2011 sebesar Rp935 miliar. Demikian seperti dikutip dari siaran pers, Senin (30/7/2012).

Laba bersih per saham dan dilusi turun menjadi Rp66 pada semester pertama 2012 dari semester pertama 2011 Rp137.Total aset menjadi Rp6,43 triliun pada 30 Juni 2012 dari 31 Desember 2011 sebesar Rp6,57 triliun. Kas dan setara kas perseroan menjadi Rp552 miliar pada 30 Juni 2012 dari 31 Desember 2011 sebesar Rp660 miliar. [hid]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
Keputusan bertransaksi mengacu pada rekomendasi saham di INILAH.COM sepenuhnya merupakan tanggung jawab pembaca. Sementara analis maupun perusahaan pialang yang membuat rekomendasi saham juga tidak ikut bertanggung jawab.