Jumat, 24 Mei 2013 | 23:03 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Tommy Yu
IHSG Bisa Capai All Time High 1-2 Pekan
Headline
inilah.com
Oleh: Ahmad Munjin
pasarmodal - Senin, 30 Juli 2012 | 03:00 WIB

INILAH.COM, Jakarta – IHSG dinilai masih terkungkung dalam resistance pertama 4.085-4.100. Jika terpecahkan, indeks bisa cetak rekor tertinggi baru. Saham-saham sektor keuangan jadi kunci. Seperti apa?

Technical analyst dari Jsxpro.com Tommy Yu mengatakan,jika gagal menembus resistance pertama, indeks berpeluang balik arahmelemah. Jika ini yang terjadi, Tommy merekomendasikan untuk jual. Sebaliknya, bila sanggup menembus resistance, dia rekomendasikan untuk buy atau hold portofolio yang telah dimiliki.

Menurutnya, kunciperdaganan dalam sepekan ke depan adalah di sektor perbankanatau finansial. Sektortersebut adalah penggerak indeks. “Bila sektor ini melaju, indeks bukan tidak mungkin akan mencapai All Time High kembali dalam 1-2 pekan kedepan,” katanya kepada INILAH.COM.

Pada perdagangan Jumat (27/7/2012) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ) ditutup menguat 79,44 poin (1,98%) ke angka 4.084,212 dengan intraday tertinggi 4.088,832 dan terendah 4.033,335. Begitu juga dengan indeks saham unggulan LQ45 yang naik 18,23 poin (2,68%) ke angka 698,856.Berikut ini wawancara lengkapnya:

Akhir pekan lalu, IHSG menguat ke 4.084,21. Bagaimana penjelasan teknikalnya?

IHSG akhir pekan lalu ditutup menguat cukup signifikan dengan ditutup di level 4.084dengan volume transaksi sekitar Rp6,6 triliun. Dilihat dari tren dan pola chart-nya, secara teknikal tren IHSG sepanjang bulan Juli ini sideways.

Bila Anda perhatikan, indeks bergerak dalam batas bawah yakni support di 3.950-3.970dan batas atas yaitu resistancepertama di 4.085-4.100. Perclosing Jumat (27/7/2012), indeks berada di batas atas atau di level resistancepertamanya.

Apa artinya?

Indeks membentuk pola Double Top dengan area resistancepertama sebagai area top dan area support sebagai neckline.Jadi, IHSG berada di persimpangan.

Bagaimana Anda melihat arah IHSG dalam sepekan ke depan?

Indeks sanggup menembus level resistancepertama, indeks akan melaju ke target di resistancekedua 4.210-4.230.Sebaliknya, bila tidak kuat menembus resistancepertama, indeks akan balik arah menuju level support 3.950-3.970. Jadi di pekan ini akan menjadi pekan penentuan apakah indeks sanggup keatas atau balik arah.

Apa saran Anda untuk para pelaku pasar?

Bila balik arah, saya merekomendasikan untuk jual. Sebaliknya, bila sanggup menembus resistancesaya rekomendasikan untuk buy atau hold portofolio yang telah dimiliki.

Sektor apa yang jadi kunci perdagangan pekan ini?

Menurut saya kuncinya dalam sepekan ke depan adalah di sektor perbankanatau finansial. Sektortersebut adalah penggerak Indeks. Bila sektor ini melaju, indeks bukan tidak mungkin akan mencapai All Time High kembali dalam 1-2 pekan kedepan.

Saham-saham pilihan Anda?

Saya rekomendasi tujuh saham untuk perdagangan pekan ini. Bisa dilirik saham-saham perbankan seperti PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI), PT Bank Mandiri (BMRI), dan PT Bank Central Asia (BBCA).

Di sektor ritel, bisa dilirik saham PT Mitra Adi Perkasa (MAPI) dan PT Ramayana Lestari Sentosa (RALS). Lalu, untuk semen dan Jalan tolTommy merekomendasikan PT Holcim Indonesia (SMCB) dan PT Jasa Marga (JSMR).

Bagaimana dengan saham-saham di sektor pertambangan dan properti?

Hindari sementara saham-saham tambang, energi dan properti.

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
Keputusan bertransaksi mengacu pada rekomendasi saham di INILAH.COM sepenuhnya merupakan tanggung jawab pembaca. Sementara analis maupun perusahaan pialang yang membuat rekomendasi saham juga tidak ikut bertanggung jawab.